Events

Photos

Informasi Bethany New York

Bethany NYC

Ps. Yosua Y. Wiranegara

4710 92nd St

Elmhurst, NY 11373

Tel. 646.255.9483

       646.255.9930

 

Info Bethany Indo Church of New York

RENUNGAN HARIAN ( Semoga Bisa Menjadi Berkat )

Keragaman Karakter Manusia dan Amanat Agung (1)

Ayat bacaan: Kisah Para Rasul 28:30
==========================
"Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya."

Dunia saat ini berisi milyaran jiwa. Kalau tahun 2012 saja jumlahnya sudah mencapai 7 milyar, saat ini entah sudah berapa jumlahnya. Sekiranya saat ini ada 8 milyar, berarti ada 8 milyar orang dengan sifat, gaya, tingkah, polah, sikap dan perilaku berbeda. Mungkin kita bisa mencari persamaan, tetapi tidak akan ada satupun yang persis sama. Kalau angka 8 milyar terdengar terlalu besar, lihatlah dalam lingkungan kerja, sekolah/kampus atau lingkungan sekitar rumah anda. Dalam skala yang jauh lebih kecil ini saja kita akan mendapati beragam orang dengan beragam gaya. Ada yang cocok dan bisa langsung dekat dengan kita, ada yang sifatnya sangat jauh berbeda sehingga sulit untuk didekati. Ada yang kita suka, ada yang biasa saja, ada yang kurang cocok dan ada yang kalau bisa kita hindari saja. Saat saya masih mengajar, setiap ada kelas baru saya bertemu dengan sekelompok orang dengan beragam sifat. Ada yang mudah diajar, ada yang tidak. Ada yang rajin, ada yang malas. Ada yang pendiam, ada yang heboh. Belum lagi kalau saya sudah mengenal mereka lebih dekat, maka masalah mereka pun tidak akan ada yang persis sama. Ada yang lamban menangkap pelajaran, ada yang cepat. Ada yang cepat tapi bermasalah dengan percaya diri, ada yang terlalu pede tapi salah melulu. Wah, macam-macam pokoknya karakter orang.

Anda bisa bayangkan ketika Yesus menyampaikan Amanat Agungnya yaitu bagi kita untuk pergi dan menjadikan semua bangsa muridNya seperti yang dicatat oleh Matius dalam pasal 28:19-20. Di lingkungan kecil saja kita sudah susah cocok dengan semua kalangan, bagaimana jadinya kalau kita menjalankan Amanat Agung Yesus hingga ke seluruh pelosok dunia? Anda bisa bayangkan skala yang lebih kecil saja, pendeta dan gembala. Domba yang dititipkan Tuhan menjadi tanggung jawab mereka berbeda-beda karakternya. Tugas mereka sulit, apalagi kalau berhadapan dengan orang-orang keras kepala/hati, bandel atau yang hobinya melawan. Saya pernah menanyakan hal itu kepada seorang gembala. Ia hanya tersenyum dan mengatakan bahwa itu merupakan panggilan dan ia harus menjalaninya dengan hati hamba. Tidak ada orang yang sulit, katanya, karena kasih tidak pernah gagal. Apa yang ia katakan mengacu kepada ayat dalam 1 Korintus 13:8. Menjalaninya mungkin tidak semudah itu, tapi dengan memiliki hati hamba, menghadapi mereka yang berbeda-beda dengan kerendahan hati dan kasih Allah yang mengalir dalam diri, itu akan memampukan kita. Sebuah hati yang tidak lagi mementingkan diri sendiri, sudah melepaskan ke'aku'an, berorientasi melayani atas dasar kasih akan membuat kita memiliki pandangan yang berbeda dalam menghadapi orang-orang yang beragam karakter atau sifatnya.

Keragaman manusia merupakan rahmat Tuhan yang luar biasa dan seharusnya tidak dijadikan penghalang atau penghambat kita untuk maju, demikian pula untuk menjalankan Amanat Agung. Tuhan menciptakan manusia dengan penuh keragaman. Banyak orang yang memandang perbedaan itu sebagai berkat Tuhan yang patut disyukuri, ada pula yang memandangnya sebagai alasan untuk menjauh, atau bahkan menghujat. Ada orang yang bisa melihat perbedaan sebagai sesuatu yang bisa dijadikan kesempatan untuk belajar banyak, ada yang menyikapinya dengan sekat pembatas karena menganggap perbedaan sebagai sebuah ancaman. Jangankan dengan yang tidak seiman, dengan saudara seiman saja perbedaan masih sering disikapi secara negatif. Berbeda denominasi bisa membuat orang saling memandang sinis satu sama lain. Padahal seharusnya kita tidak boleh berlaku demikian.

Semua anak-anak Tuhan punya tugas dan kapasitasnya masing-masing, terlepas dari perbedaan tata cara peribadatan masing-masing. Dan kita pun memiliki tugasnya sendiri-sendiri juga. Paulus mengatakannya seperti ini: "Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama,demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain." (Roma 12:4-5). Jika diantara kita saja sudah saling tuding dan merendahkan, bagaimana mungkin kita bisa menunaikan tugas kita seperti Amanat Agung yang sudah dipesankan Yesus kepada setiap muridNya, termasuk kita didalamnya?

(bersambung)

Yosia, Raja Belia (2)

(sambungan)

Anak muda belia menjadi raja sejak kecil. Ia berdiri di tampuk kekuasaan tertinggi, memegang kendali atas negerinya. Semua orang menghormati dan melayaninya, sebagai raja ia pasti tidak berkekurangan. Bagaimana mungkin ia bisa tetap hidup lurus, tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri dan terus melakukan hal-hal yang benar? Saya yakin Yosia mengerti bahwa meski ia memegang jabatan sebagai seorang raja, tetapi ia tahu bahwa ada Raja yang lebih tinggi dari dia yang harus ia patuhi, seperti halnya bapa leluhurnya Daud. Dia memang raja yang memerintah rakyatnya, tapi ada otoritas yang jauh lebih tinggi di atasnya yang kepadaNya ia harus menundukkan diri. Tanpa pemikiran seperti itu rasanya sulit seorang anak muda bisa tampil benar dan hidup dengan/dalam kebenaran saat sedang punya kuasa tinggi di dunia. Jangankan anak muda yang jadi raja, lihatlah orang-orang dewasa yang kekuasaannya jauh lebih rendah tapi tidak malu menunjukkan perilaku-perilaku yang sangat bertentangan dengan ketetapan Tuhan. Korupsi, kesombongan, gaya hidup mewah, besar omong, gemar berbohong, banyak gaya, semua mereka pertontonkan di depan masyarakat tanpa ada sedikitpun rasa malu. Yosia memberikan sebuah keteladanan yang sangat luar biasa, yang tentunya akan berguna bagi perbaikan diri kita apabila sudah terlanjur jatuh, dan akan sangat bermanfaat pula bagi para anak muda yang baru mulai membangun hidupnya secara benar.

Bagi teman-teman yang masih berusia muda belia, mulailah hidup lurus dari sekarang. Jangan menunda lagi dan terus terlena dalam gaya hidup dan nafsu dunia anak muda di jaman modern seperti sekarang ini yang penuh dengan berbagai bentuk penyesatan. Ada begitu banyak tawaran dan godaan yang akan terlihat menyenangkan tetapi sesungguhnya sangat berbahaya untuk dicoba. Obat-obatan, pengaruh seks bebas, berbagai pesta yang penuh perilaku buruk hingga tindak-tindak kriminal, semua itu merupakan godaan-godaan yang bisa menyesatkan bahkan membinasakan sejak di usia muda. Jangan pernah buka celah bagi iblis untuk masuk, karena iblis tidak pernah peduli berapapun usia kita.

Kepada Timotius yang juga pada saat itu masih muda, Paulus pun memberi sebuah pesan yang sama yang baik untuk diingat oleh teman-teman yang masih muda. "Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni." (2 Timotius 2:22).

Kita tidak tahu berapa panjang umur kita. Kita pun tidak tahu kapan akhir jaman akan datang. "Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja." (Markus 13:32). Tidak satupun juga yang tahu kapan masa dan kesempatan hidup kita di dunia ini akan berakhir. Jika kita tidak bersiap sejak sekarang, bisa jadi penyesalan akan datang pada saat yang terlambat. Seperti Yosia, jadilah teladan sejak muda. Begitu pula bagi kita semua yang mungkin sedang berada pada posisi pemimpin, jadilah pemimpin yang mencerminkan keteladanan Kristus. Jangan salah gunakan posisi yang dipercayakan Tuhan pada diri anda saat ini, tapi muliakanlah Tuhan dengan itu. Didik dan bimbinglah anggota anda dengan jujur dan lurus. Demikian pula anak-anak yang sudah dipercayakan Tuhan kepada anda. Bimbinglah mereka menurut jalanNya. "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu." (Amsal 22:6). Sebagai orang tua, jadilah pahlawan dengan "busur panah" yang baik untuk mengarahkan "anak-anak panah" anda ke arah yang benar, seperti yang diingatkan dalam Mazmur 127:4. Jika anda masih baru mulai menata hidup, tatalah dengan sebuah tatanan menurut ketetapan Allah sejak semula agar anda tidak perlu membuang waktu kelak untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terlanjur terjadi. Mari kita semua mulai mengambil komitmen untuk hidup lurus, benar di mata Tuhan tanpa memandang berapapun umur kita saat ini.

Berapapun umur kita, hiduplah sesuai firman dan jadilah saksi Kristus yang benar

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Yosia, Raja Belia (1)

Ayat bacaan: 2 Tawarikh 34:2
=======================
"Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri."

Apakah ada umur minimal untuk kita mulai hidup benar? Jawabannya pasti tidak, tapi pada prakteknya banyak orang yang masih bersantai-santai menikmati kehidupan dengan cara dan perilaku keliru karena merasa masih punya banyak waktu. "Ah nanti saja, selagi masih muda nikmati dulu saja." begitu kira-kira. Bahkan ada iklan yang menyampaikan pesannya dengan jargon 'puasin muda lo." Puaskan dengan cara bagaimana? Itu yang jadi pertanyaan. Lalu pertanyaan selanjutnya, apakah dengan hidup benar berarti kita tidak akan pernah bisa menikmati kehidupan baik saat masih muda maupun bagi kita yang sudah dewasa dengan asyik? Can we still able to have some fun by doing everything the right way? Dari anak-anak muda yang aktif melayani Tuhan saya melihat bahwa mereka masih tetap bisa bermain bersama teman-temannya tanpa harus kehilangan kegembiraan sedikitpun. Tidak harus minum-minum, tidak harus bergaya hidup hedonisme, tidak harus melakukan hal-hal yang mengarah kepada tindakan asusila, kriminal, merugikan orang lain dan sebagainya. Status kita sebagai anak Raja berlaku di segala usia, karenanya di segala usia pula kita seharusnya bisa menjalani hidup selayaknya anak Raja dengan kasih Kristus sebagai pondasinya. Muda tapi bisa berprestasi, bahkan sudah bisa ambil bagian dalam hal perbuatan baik yang merupakan aplikasi nyata dari kasih pun sudah bisa dilakukan sejak usia belia.

Mengenai sosok yang sudah bersinar di usia belia, ada seorang raja muda yang dicatat dalam kitab 2 Tawarkih bernama Yosia. Yosia dinobatkan menjadi raja di Yerusalem pada usia yang masih sangat muda yaitu sejak ia masih berumur 8 tahun! Masa pemerintahannya terbilang lama mencapai 31 tahun. Betapa mengagumkan kalau kita melihat bahwa Yosia tercatat memiliki gaya hidup yang lurus sejak kecil. "Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri." (2 Tawarikh 34:2). Di ayat berikut kita baca seperti berikut "Pada tahun kedelapan dari pemerintahannya, ketika ia masih muda belia, ia mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya, dan pada tahun kedua belas ia mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari pada bukit-bukit pengorbanan, tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan." (ay 3). Pada usia kedelapan dari pemerintahannya, berarti usia Yosia masih 16 tahun ketika ia memutuskan untuk mencari Tuhan. Ini usia yang masih terbilang sangat muda.

Kalau kita lihat ada banyak anak-anak di usia sama masih tidak peduli dengan kebenaran dan merasa tidak perlu mencari Tuhan, maka Yosia terbilang berbeda. Apalagi mengingat statusnya sebagai raja, agenda kegiatannya pasti sangat padat. Selain itu memiliki kekuasaan tertinggi juga bisa membuat orang merasa berhak melakukan apa saja sekehendak hatinya. Kita yang dewasa yang logikanya lebih bijaksana saja masih gampang tergiur dalam berbagai bentuk dosa ketika kita memiliki kekuasaan setinggi itu. Tetapi ternyata Yosia memiliki gaya hidup yang berbeda meski ia punya seribu satu macam alasan untuk hidup seenaknya demi kepuasan diri sendiri. Yosia berbeda dari banyak raja lainnya yang gaya hidupnya tidak berkenan bagi Tuhan.

Pada tahun ke dua belas, ini artinya 4 tahun kemudian saat ia berusia 20 tahun, Yosua sudah mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari berbagai bentuk penyembahan berhala. "Mezbah-mezbah para Baal dirobohkan di hadapannya; ia menghancurkan pedupaan-pedupaan yang ada di atasnya; ia meremukkan dan menghancurluluhkan tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan, dan menghamburkannya ke atas kuburan orang-orang yang mempersembahkan korban kepada berhala-berhala itu." (ay 4). Pada usia yang masih sangat muda, Yosia sudah berperilaku lurus dan tidak menyimpang kemana-mana, ia mempergunakan statusnya sebagai raja dengan benar, dan tidak menyalahgunakan jabatan yang ia pegang. Di usia mudanya Yosia menjadi pelopor dalam pergerakan reformasi rohani di wilayah pemerintahannya. Bukankah itu luar biasa?


(bersambung)

Ciri Anak Raja (2)

(sambungan)

3. Mengasihi Allah
"Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah." (1 Korintus 8:3)
Anak-anak Allah adalah orang-orang yang hidup dalam kasih. Apapun yang ia perbuat adalah karena dan untuk Tuhan, bukan karena ingin populer, ingin terlihat hebat maupun jenis-jenis motivasi lainnya selain untuk Tuhan. Sibuk melakukan pekerjaan Tuhan belum tentu menjamin seseorang dikenal Tuhan apabila semua itu dilakukan bukan karena mengasihi Allah. (Matius 7:21-23). Anak-anak Allah juga dikatakan sebagai orang yang mengasihi Allah serta melakukan perintahNya sebagai wujud kasih itu. (1 Yohanes 5:2-3). Dan tentunya kalau kita mengasihi Allah, kita pun akan menuruti segala perintahNya. (Yohanes 14:15).

4. Taat kepada Allah
"Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih." (Efesus 5:1-8)
Sebagai kelanjutan dari ciri ke 3, orang yang mengasihi Allah tentu akan bertumbuh sebagai orang yang taat, mematuhi ketetapan-ketetapanNya. Ketaatan tidak bisa dimulai jika kita tidak mengenal pribadi Allah. Oleh karena itu kita perlu mengenal siapa Allah itu sesungguhnya, bagaimana besar kasihNya dan betapa kita berharga di mataNya. Untuk mengenalnya kita perlu membaca, merenungkan firman-firman Tuhan, membangun sebuah hubungan yang erat dengan Tuhan lewat doa-doa dan persekutuan pribadi kita denganNya. Tapi jangan berhenti di situ, karena setelahnya kita harus pula menjadi pelaku-pelaku firman yang mengaplikasikan segala yang telah kita pelajari ke dalam kehidupan lewat perbuatan-perbuatan nyata. "Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya."(Yakobus 1:25).  Dalam 1 Yohanes 5:2-3 di atas kita melihat juga bahwa anak-anak Allah itu adalah orang yang dengan taat melakukan firmanNya sebagai pernyataan kasih kita kepadaNya.

5. Hidup dalam terang
"Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang," (Efesus 5:8). Sebelum bertobat kita hidup dalam kegelapan. Tapi setelah kita meninggalkan manusia lama kita dan lahir kembali sebagai ciptaan baru, kitapun beroleh terang dalam Tuhan. Oleh sebab itu kita dituntut untuk hidup sebagai anak-anak terang, dan inilah salah satu ciri yang dimiliki anak Allah. Menjadi anak terang berarti menjadi orang yang berbuah kebaikan, keadilan dan kebenaran dalam hidupnya. (ay 9).

Berpindah dari gelap ke dalam terang, dari bukan siapa-siapa menjadi anak Raja, itu anugerah Tuhan yang sangat besar yang Dia berikan kepada kita. Dan dengan demikian kita pun menjadi ahli waris Allah. "Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah." (Galatia 4:7). Apakah kita sudah memiliki ciri-ciri sebagai anak Allah seperti ke 5 point diatas? Marilah kita sama-sama bersyukur dan menjaga anugerah begitu besar yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Hiduplah sebagai anak-anak Allah yang sesungguhnya.

Aku anak Raja, engkau anak Raja, kita semua anak Raja

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Ciri Anak Raja (1)

Ayat bacaan: Roma 8:17
====================
"Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia."

Bagi anda yang pernah sekolah minggu ketika masih kecil, anda tentu mengenal lagu "Aku Anak Raja". Lagunya sangat sederhana sehingga tidak sulit dicerna anak-anak. Bagi yang sudah dewasa mungkin lagu ini terasa terlalu ringan, tetapi makna yang terkandung di dalamnya sesungguhnya sangat penting bagi orang dewasa sekalipun. Lagu ini mengingatkan kita akan status yang kita sandang. We are not a nobody but we are the children of the King of kings. Sebagai anak kita seharusnya mewarisi sifat Bapa dan sedikit banyak akan berdampak pada nama baikNya. Layaknya seorang pangeran, jika pangeran itu berbudi dan mengasihi, maka harum pula nama ayahnya, sang raja. Sebaliknya, meskipun raja baik tapi pangeran punya perilaku buruk, maka nama ayahnya pun akan turut tercoreng.

Status kita sebagai anak berarti pula bahwa kita adalah ahli waris, yang artinya kita dilayakkan untuk menerima berkat-berkat yang telah disediakan Allah sebagai Bapa. "Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia." (Roma 8:17). Status sebagai anak tidaklah main-main. Itu adalah sebuah kehormatan besar yang seharusnya kita jaga. Jika kita bisa bangga menjadi anak dari orang tua kita, apalagi menjadi anak Allah. Tapi sayangnya banyak orang yang tidak memperhitungkan anugerah Tuhan yang begitu luar biasa besarnya ini. Hari ini saya ingin mengajak anda untuk merenungkan sudah sejauh mana kita berlaku selayaknya anak Raja, alias anak Allah. Apakah apa yang kita lakukan sudah memuliakan Tuhan, sehingga orang bisa mendapatkan gambaran Kristus yang benar seutuhnya, atau malah kita terus menjadi batu sandungan sehingga Kristus pun menjadi tercoreng karena sikap kita yang tidak baik.

Agar kita bisa mencermati sampai sejauh mana kita sudah berdiri sebagai anak Raja, ada beberapa ciri yang bisa kita jadikan landasan seperti yang tertulis di dalam Alkitab. Apa saja cirinya?  Mari kita lihat satu persatu.

1. Dipimpin Roh Allah
"Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah....Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah." (Roma 8:14,16).
Anak-anak Allah adalah orang-orang  yang hidupnya dipimpin langsung oleh Roh Allah. Inilah Roh yang dijanjikan Tuhan Yesus sebagai Penolong untuk menyertai kita selama-lamanya seperti yang disebutkan dalam Yohanes 14:16. Artinya kehidupan anak-anak Allah adalah sebuah kehidupan yang selalu disertai oleh Roh Kudus dalam setiap perbuatan dan perilaku sehari-hari. Roh Kudus diberikan kepada siapapun yang menjadi anak Allah yang sejati. "Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" (Galatia 4:6). Hidup yang dipimpin Roh Allah akan mendasari keputusan-keputusannya dalam kebenaran, mengacu kepada ketetapan firman Tuhan. Hidup seperti ini tidak lagi berpusat pada diri sendiri tetapi diserahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Apabila kita masih gamang dalam melangkah, tidak bertanya kepada Tuhan sebelum mengambil keputusan-keputusan, jika kita masih hidup menurut pandangan dunia, mentolerir dosa, mendahulukan keinginan daging, itu artinya kita belumlah hidup sebagai anak Allah, meski sudah mengaku beriman kepada Kristus sekalipun.

2. Dibaptis dalam nama Yesus Kristus
"Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus." (Galatia 3:26-27).
Memberi diri dibaptis adalah sebuah langkah ketaatan dalam iman akan Kristus. Mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, dan merupakan lambang menenggelamkan (meninggalkan) hidup kita yang lama untuk kemudian lahir baru, menjadi ciptaan yang sama sekali baru. Predikat anak Allah diberikan Tuhan kepada kita ketika kita memberi diri dibaptis dalam Kristus, yang artinya mengijinkan Kristus bertahta dan berkuasa dalam hidup kita.

(bersambung)

RENUNGAN HIDUP

Seekor Anjing bernama FAITH

Renungan Kristen Sehari-hari Seekor Anjing bernama FAITH Sebuah cerita yang segar dan inspiratif disertai dengan banyak foto yang hari ini saya dapat dari teman lama. meng-harukan, meng-gemaskan dan me-nyenangkan tentunya…….. Seekor anjing ini berjalan dengan hanya menggunakan 2 kaki saja, namanya adalah Faith (Keyakinan). Faith lahir pada tahun 2002, sehari sebelum hari Natal. Pada waktu

7 Langkah berjalan dlm Roh

Renungan Kristen Sehari-hari 7 Langkah berjalan dlm Roh -Glow Bandung Galatia 5:16-25 Hidup menurut daging atau Roh (16) Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. (17) Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging karena keduanya bertentangan sehingga kamu setiap kali tidak

Cara Kerja Satan

Renungan Kristen Sehari-hari  Cara kerja setan :  1. Menguasai jiwa manusia (pikiran)  2. Menguasai tubuh manusia setan tidak bisa mengambil roh seseorang namun dapat menguasai tubuhnya.  Jagalah jiwamu (pikiranmu) agar tidak dikuasai setan.  Sehingga tubuhmu dikuasai utk melakukan dosa.   Cara masuk setan ke dalam jiwa (pikiran):  1. Sakit hati  2. Benci  3. Dendam  4. Iri hati

RENUNGAN KRISTEN

Sauh Bagi Jiwa

Ibrani 6:19
Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 2; Matius 2; Kejadian 3-4

Harapan adalah sikap yang sehat. Mengantisipasi yang baik membawa kenyamanan bagi pikiran dan hati. Sebaliknya, keadaan putus asa adalah suatu kondisi yang mengerikan. Ini luar biasa dan menyedihkan untuk berpikir bahwa apa yang Anda hadapi tidak dapat diubah atau diselesaikan. Bagi orang yang telah kehilangan semua harapan, kehidupan tampak seperti terowongan gelap yang panjang.

Penulis kitab Amsal bahkan menggambarkan hasil dari perasaan yang tertekan ini: "Harapan yang tertunda menyedihkan hati" (Amsal 13:12a). Emosional, fisik, dan bahkan penyakit mental menghantui orang yang merasa terjebak dalam situasi suram. Tapi saya ingin memberitahu Anda, bahwa selama ada Tuhan, tidak ada situasi yang tanpa harapan. Dalam Dia, kita memiliki janji-janji kehidupan.

Orang-orang percaya memiliki pengharapan yang menyauh jiwa mereka. Hubungan kita dengan Yesus Kristus membawa kita dekat dengan tahta surga, di mana kita dapat melemparkan semua beban kita di hadapan Allah yang Maha Kuasa. Selain itu, kita dapat berpegang teguh kepada-Nya saat berbagai  cobaan kita hadapi. Oleh karena kasihNya yang besar, Dia menyediakan kekuatan bagi tubuh lelah, perdamaian bagi pikiran yang cemas, dan kenyamanan untuk hati berduka. Singkatnya, DIA adalah lampu yang lembut di terowongan gelap yang menuntun kita keluar dari berbagai ujian dan pencobaan.

Ibarat kapal, pengharapan adalah jangkar terbaik untuk jiwa kita.

Mengapa Kita Tidak Bahagia?

Roma 14:17
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 89; Lukas 10; 2 Raja-raja 22-23

Ketika merayakan ulang tahunnya yang ke-75, majalah Forbes mengundang para ilmuwan dari berbagai bidang dan dari berbagai penjuru dunia untuk menjawab satu pertanyaan utama: "Mengapa kita begitu tidak bahagia?" Menarik sekali karena para ilmuwan ini semuanya setuju pada satu alasan utama: "Kita menjadi orang-orang yang bermasalah karena kita tidak punya pegangan dalam bidang moral dan spiritual."

Dalam bukunya "Can Man Live Without God?" apologet Ravi Zacharia mengatakan bahwa isu tentang rasa sakit dan penderitan menjadi sangat populer dan menjadi hal besar karena orang-orang telah kehilangan pegangan moral dan spiritual. Rasa sakit kita diperkuat oleh harapan naif bahwa semuanya itu akan bisa dihilangkan atau dibereskan oleh kemajuan ilmu pengetahuan.

Ahli matematika Blaise Pascal mengatakan di dalam hidup manusia ada satu lubang yang hanya bisa diisi oleh ukuran Allah saja. Tidak ada hal lain yang bisa mengisinya, termasuk ilmu pengetahuan, materi yang berlimpah, kesempatan karir, atau keluarga yang luar biasa. Manusia memang diciptakan untuk sebuah hubungan dengan Allah. Ketika relasi dengan Allah menjadi yang terutama dalam hidup kita, maka segala penderitaan akan menjadi tertanggungkan karena ada makna dan harapan di baliknya.

Apakah beban dan penderitaan Anda hari-hari ini? Berfokuslah pada Allah, maka Anda akan mengalami kebahagiaan (sukacita) yang sejati dan seperti janjiNya, "...semuanya itu (yang Anda butuhkan) akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33)

Bersediakah menjadikan Allah sebagai fokus utama kita pada hari ini?

Berhenti bermain-main dengan dosa

Galatia 5:13
Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 88; Lukas 9; Yeremia 23-24

Bull riding atau mengendarai banteng merupakan salah satu dari tujuh pertandingan utama dalam acara rodeo profesional. Bull riding adalah cabang yang paling terkenal dan berbahaya dalam pertandingan rodeo.

Tujuan dari pertandingan bull riding adalah bertahan menunggangi seekor banteng liar selama 8 detik dengan satu tangan untuk mencapai kemenangan. Para cowboy yang menunggang banteng hanya diperbolehkan menggunakan satu tangan untuk memegang tali yang melingkari banteng. Gagal bertahan selama 8 detik ataupun menggunakan tangan yang bebas untuk memegang banteng maupun anggota tubuh sendiri berakibat diskualifikasi.

Namun demikian, usaha 8 detik menunggangi banteng seberat 2000 pon ini merupakan usaha yang sangat berbahaya. Tidak sedikit cowboy yang terjatuh dan terluka karena ditanduk banteng. Sebuah perkataan yang sering dikutip mengenai bull riding adalah, "It is not if you get hurt, it is when!"

Dalam diri manusia terdapat sifat dosa yang sulit dikendalikan bagaikan banteng liar. Bermain-main dengan dosa merupakan sesuatu hal yang berbahaya. Bukan soal apakah kita akan terluka karena bermain-main "mengendarai" dosa, tapi soal kapan waktunya!

Seringkali hanya dibutuhkan waktu kurang dari 8 detik bagi iblis untuk membuat kita terpelanting dan tertanduk hingga binasa. Mari berhenti bermain dengan dosa! Ijinkan tangan Yesus yang berlubang mengambil alih tali yang melingkari banteng itu. Hanya kasih karunia yang membuat kita bertahan hingga keluar sebagai pemenang.

Berhentilah bermain-main dengan dosa.

Dear Mom and Dad

Amsal 17:6
Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 86; Lukas 7; Yeremia 35-36

Seorang anak pernah mengomentari ayahnya seperti ini, "Ayahku memang tidak sempurna, tapi aku juga tidak sempurna. Kalau main basket, tembakannya yang bergaya khas itu jarang sekali membuat bolanya masuk. Tetapi yang penting ia main basket bersamaku. Banyak anak-anak lain yang tidak pernah main basket bersama ayahnya."

Fenomena "keluarga tanpa ayah" menjadi suatu pemandangan umum di keluarga modern, bahkan kadang "tanpa ayah dan ibu", keluarga yang anak-anaknya menghabiskan sebagian besar waktu mereka hanya bersama baby sitter atau pembantu. Padahal riset para ahli telah membuktikan, jika tidak ada pemimpin dalam keluarga, maka anak-anaknya cenderung akan:
• 5 kali lebih mungkin bunuh diri
• 32 kali lebih mungkin minggat dari rumah
• 20 kali lebih mungkin menderita kelainan perilaku (homo, waria, antisosial)
• 14 kali lebih mungkin melakukan tindakan pemerkosaan (aktif lebih dini secara seksual dan yang wanita lebih mungkin terjerat seks bebas)
• 9 kali lebih mungkin putus sekolah dan hidup dalam kemiskinan
• 10 kali lebih mungkin terjerat narkoba atau obat-obatan
• 10 kali lebih mungkin dipenjara (70% anak yang dipenjara adalah anak yang ayahnya absen)
• 9 kali lebih mungkin mengalami gangguan kejiwaan.

Bukan tanpa alasan mengapa Allah menciptakan bentuk keluarga dengan ayah dan ibu. Anak-anak membutuhkan kedua orang tuanya untuk bisa berkembang dengan baik.

Akan tetapi sejarah masih terus berulang, fakta bahwa tidak hadirnya dan tidak berfungsinya orang tua dalam keluarga masih terus bergulir di seputar kita. Saya kira kini saatnya para orang tua untuk lebih banyak hadir dan kembali kepada keluarga. Dengarlah suara lirih anak-anak yang berkata, "Papa (atau mama)... pulanglah ke rumah..."

Anak-anak membutuhkan kedua orang tuanya untuk bisa berkembang dengan baik.

Mintalah, Mintalah, dan Mintalah

Lukas 11:9
Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 84; Lukas 5; Yeremia 16-17

Katakanlah ada seorang teman yang tengah malam datang mau meminjam beberapa bungkus mie instant. Sudah jelas kita punya 1000 alasan untuk menendang dia keluar.

Ya ampunnn, besok aku harus kerja, dan dia membangunkan aku malam-malam?
Cuma soal mie instant? Salah sendiri dia tidak menyimpan sedikit makanan!
Ngomong-ngomong, apa kita kenal dekat yah?
...dan sejuta alasan lainnya.

Mungkin kita akan mencoba pura-pura tidur dan berharap dia akan segera angkat kaki. Tapi ketika kita mendapati bahwa orang tebal muka ini tetap mengetuk pintu, mau tidak mau kita pun bangun dan memberikan apa yang dia minta. Bukan karena kita baik, tapi agar dia segera angkat kaki sebelum seisi rumah kita dan tetangga terbangun.

Jelas-jelas Allah Bapa kita tidak seperti itu. Dia bukan pemalas, Dia bukan orang lain, melainkan Bapa kita sendiri, Dia tidak kekurangan makanan dan segala harta lainnya. Jadi jika orang pelit di ataspun terpaksa bangun, betapa lebih lagi Bapa kita di Surga memberikan apa yang kita perlukan.

Terkadang kebenaran yang sederhana terlupakan di dalam hidup setelah kita dewasa, sementara kita semakin mandiri dan dunia semakin keras. Kitapun jarang meminta tolong kepada Tuhan. Tetapi biarlah hari ini kita ingat satu hal: mintalah pada Bapa. Mintalah dan mintalah, dengan iman...

Mintalah kepada Tuhan. Mungkin itulah sikap paling sederhana yang kita lupakan saat kita tumbuh dewasa.

HUMOR SECTION

Saya Ingin Belajar dari Anda

Seperti biasanya, setiap hari Minggu pagi orang-orang datang ke gereja dan langsung memilih tempat duduk di bangku bagian belakang. Demikian juga dengan pagi ini, kecuali seorang pendatang baru yang langsung menuju ke bangku paling depan.

Setelah kebaktian, Pendeta memberi salam kepada pendatang baru ini sambil bertanya mengapa ia duduk di bangku paling depan. “Saya seorang sopir bus,” jawabnya, “dan saya datang untuk belajar dari anda bagaimana caranya membuat orang-orang berebut duduk di bangku yang paling belakang.”

Orang Baru

Seorang pria baru saja percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamatnya. Tapi, semangatnya untuk bersaksi ngga kalah besar sama yang udah puluhan tahun percaya Yesus.

Selesai dibaptis, ia pergi ke desa pamannya di pedalaman untuk bersaksi pada orang yang ditemuinya di jalan. Begitu turun dari bis, ia ketemu orang yang ngga ia kenal. Spontan, ia bertanya, “Mas, kenal Yesus, ngga?”

Spontan orang itu geleng-geleng kepala, jawabnya, “Belum, sori aku orang baru di sini. Coba tanya Ibu yang jualan di warung itu!”

Pimpinan Salah Memecat Orang

Seorang pimpinan di sebuah perusahaan besar tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak ke pabriknya untuk melihat kinerja para karyawannya. Di pabrik tersebut dia menemukan seorang pria muda yang tengah bersandar di dekat pintu, nampaknya ia tengah bersantai.

Sementara semua pekerja yang ada diruangan itu tengah sibuk bekerja dengan giat, apa lagi satpam depan sudah kasih tahu mereka kalau ada pimpinan akan inspeksi.

Si bos segera menghampir pemuda tersebut dan bertanya, "heh kamu..Berapa gajimu seminggu?"

Dengan terkejut, pemuda itu melihat ke arah si pimpinan sambil berdiri dan memandangi dari bawah keatas ia menjawab, "Hmmmm 100.000 per minggu pak".

"Benar seratus ribu?" Tanya pimpinan itu lagi.."Be..benar pak..", jawab pemuda tadi.

Si pimpinan mengeluarkan dompetnya dan mengambil dua lembar uang 100 ribu-an. Ia mengulurkannya pada si pemuda, "Ini gajimu untuk dua minggu dan cepat pergi dari sana. Aku tak mau melihatmu lagi." PERGI!

Dengan keterkejutan luarbiasa dan juga takut, si pemuda segera meninggalkan tempat tersebut tanpa banyak bicara.

Lalu dengan muka berwibawa si bos melihat para stafnya yang sedari tadi memperhatikan adegan itu. "Panggil HRD manajer kemari! Biar dia tahu bagaimana memimpin itu" ujarnya dengan intonasi dibuat wibawa..

Selanjutnya dihadapan para karyawan si pimpinan melanjutnya wejangannya "kamu lihat ya..jika kamu malas-malasan kamu langsung saya pecat seperti orang tadi..ini masa krisis..kamu harus giat. Suruh kesini manajer HRD cepat.." Dengan terburu-buru seorang office boy memanggil HRD manajer.

Dan segeralah manajer HRD datang. begitu berada didekatnya dia berkata,"kamu lihat tadi pegawai yang baju merah,yang duduk saja dipintu samping..lihat khan..?

"Iya pak..kenapa dia pak?", Tanya manajer HRD dengan wajah bingung..

"saya sudah pecat dia. Saya sudah bayar pesangonnya sekalian..langsung 2 minggu!..dan seluruh karyawan disini melihat apa yang saya lakukan..itu menunjukan DISIPLIN sebagai pimpinan!", Katanya berceramah.

"Maaf pak, Pegawai yang mana pak?" Tanya HRD manajer meminta kepastian. "Yang baju merah disamping,yang duduk-duduk itu lho..",katanya dengan suara mengeras dan muka memerah menahan marah.

"Oh yang itu..",si HRD manajer memahami.."tapi maaf pak...dia bukan pegawai kita..itu PENGANTAR PIZZA DELIVER".

Status FB Para Binatang

Kalau binatang punya facebook kira-kira statusnya kaya gini kali yaaa...

* Anjing pudel : Nunggu di jemput chayangku mo ke salon neeh...
* Kecoa : Baru aja selamet dri injekan maut...
* Kucing : Anak gw yg ke7 barusan nanya sapa bapaknya, gw bingung mw jwb apa, gw sendiri lupa bpknya siapa...
* Nyamuk : Gw positif HIV AIDS, gra2 salah isep, hiks...
* Ayam : Teman2, klo besok gw ga update brarti gw di goreng, luv u all...
* CumiCumi : Abis isi ulang tinta neeh...
* Babi : Gw difitnah nyebarin flu, sialan...
* Kambing : Jangan keluar rumah friends bentar lg idul adha

Gembala dan Kambing

Suatu hari pemuda berpapasan dengan seorang gembala kambing. Terjadilah percakapan seperti ini.

Pemuda: Pak, boleh nanya nih?

Gembala: Boleh

Pemuda: Kambing-kambing Bapak sehat sekali. Bapak kasih makan apa?

Gembala: Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?

Pemuda: Mmm…yang hitam dulu deh…

Gembala: Oh, kalau yang hitam, ia makannya rumput gajah

Pemuda: Oh kalau yang putih?

Gembala: Yang putih juga…

Pemuda: Hmmmm….kambing-kambing ini kuat jalan berapa kilo Pak?

Gembala: Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?

Pemuda: Mmmm yang hitam dulu deh…

Gembala: Oh, kalau yang hitam, 4km sehari

Pemuda: Kalau yang putih?

Gembala: Yang putih juga…

Medengar jawaban itu, si pemuda mulai gondok.

Pemuda: Kambing ini menghasilkan banyak bulu nggak Pak per tahunnya?

Gembala: Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?

Pemuda (dengan kesalnya) yang hitam dulu deh..

Gembala: Oh yang hitam banyak…10 kg/tahun.

Pemuda: Kalau yang putih?

Gembala: Yang putih juga

Pemuda: BAPAK KENAPA SIH SELALU NGEBEDAIN KEDUA KAMBING INI, KALO JAWABANNYA SAMA?!

Gembala: Oh begini Dik. Soalnya yang hitam itu punya saya…

Pemuda: Oh, begitu Pak. Maaf, kalo saya emosi…kalo yang putih?

Gembala: Yang putih juga
 
 
 

Videos

  • Add Videos
  • View All

DOWNLOAD

FREE BIBLE DOWNLOAD :
(Adobe Reader Required)

alkitabindonesia.pdf

For PALM OS / Blackberry :
bibleindonesia4palm.pdb

© 2014   Created by Bethany New York.

Badges  |  Report an Issue  |  Terms of Service