Events

Photos

Informasi Bethany New York

Bethany NYC

Ps. Yosua Y. Wiranegara

4710 92nd St

Elmhurst, NY 11373

Tel. 646.255.9483

       646.255.9930

 

Info Bethany Indo Church of New York

RENUNGAN HARIAN ( Semoga Bisa Menjadi Berkat )

Mengejar Kekayaan Sebagai Motivasi Bekerja (1)

Ayat bacaan: Amsal 23:4
===================
"Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali."

"Kalau bukan untuk kaya, buat apa bekerja?" Demikian kata seseorang pada suatu kali. Secara umum bekerja diasosiasikan sebagai kegiatan untuk mencari nafkah, memenuhi kebutuhan-kebutuhan dalam hidup mulai dari makan, pakaian, perumahan sampai hal-hal lainnya baik yang memang penting maupun yang kurang atau tidak penting. Tapi selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, ada banyak pula tujuan atau motivasi yang mendorong seseorang untuk bekerja. Misalnya demi gengsi, agar punya aktivitas atau sekedar melakukan sesuatu, untuk memenuhi keinginan orang tua, atau bahkan agar mendapat lampu hijau dari calon mertua, seperti yang kerap saya dengar dari banyak orang. Ada banyak hal yang menjadi dasar bagi orang untuk bekerja, termasuk untuk memperoleh hasil yang lebih dari sekedar memenuhi atau menafkahi kebutuhan yaitu untuk mengejar kekayaan seperti yang diucapkan seseorang di awal ilustrasi tadi.

Menjadi kaya. Itu boleh jadi menjadi motivasi orang dalam bekerja, tapi sesungguhnya bukanlah merupakan tujuan yang baik dan mendatangkan manfaat bagi kita. Sepintas mungkin terlihat benar, karena dengan kekayaan kita bisa membeli apapun yang kita mau tanpa harus banyak pertimbangan. Namun bukankah ada banyak hal-hal yang justru mendatangkan kerugian, menjadi sumber masalah atau bahkan menjadi awal kehancuran dari apa yang kita miliki? Bukan berarti kita tidak boleh menjadi kaya ; Tuhan pun ingin kita ada dalam kondisi berkelimpahan; tetapi kekayaan tidak akan pernah baik untuk dijadikan motivasi dalam bekerja. Keinginan untuk menjadi kaya cepat atau lambat akan menggoda orang untuk melakukan korupsi, mulai dari sedikit-sedikit sampai dengan mengemplang uang jutaan miliaran atau trilunan. Motivasi untuk menjadi kaya akan membuat orang yang mengadopsi pemikiran ini menghalalkan segala cara termasuk kalau memang harus, mengorbankan orang lain. Jalan untuk memperoleh lebih dari upah resmi pun ada banyak. Ada yang memilih jalan okultisme. Ada yang jadi kecanduan judi. Ada yang akhirnya merampok, mencuri, bahkan membunuh demi harta. Ada yang jatuh dalam dosa perzinahan karena hal ini. Masalahnya berapa banyak yang harus dikumpulkan untuk mencapai sebuah status kaya? Faktanya, manusia punya kecenderungan untuk sulit puas. Bukankah secara alami manusia akan berpikir bahwa apabila bisa mendapatkan penghasilan 2 kali lipat, kenapa harus puas dengan nominal standar? Tidak akan ada angka final yang bisa membuat kita mencapai kepuasan jika kita terus memandang hidup dari sisi ini. Tidak heran jika dikatakan akar dari segala kejahatan adalah cinta akan uang. (1 Timotius 6:10). Bermula dari mengejar harta, orang bisa terjerumus ke dalam berbagai dosa yang semakin lama akan semakin parah.

Pertanyaannya, apakah kekristenan melarang jemaat untuk kaya? Apakah kekristenan mengharamkan bekerja keras untuk mencari penghasilan? Tentu saja tidak. Seperti yang saya bilang diawal, Tuhan sendiri justru ingin kita berada dalam kondisi yang berkelimpahan, bukan berkekurangan atau pas-pasan. Yang dipermasalahkan bukanlah uangnya, tetapi motivasinya. Bukan uang, tetapi cinta uang. Menjadi kaya boleh saja dan tentu baik sepanjang diperoleh dengan cara-cara yang benar dan dipergunakan untuk menjadi saluran berkat dan memperluas Kerajaan Allah di muka bumi ini, tetapi itu tidak akan pernah baik apabila dijadikan dasar motivasi dalam bekerja.

Pengkotbah menulis panjang lebar mengenai betapa sia-sianya kekayaan sebagai motivasi hidup. Lihat ayat berikut ini: "Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia. Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya? Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur." (Pengkotbah 5:11). Miskin bikin orang tidak bisa tidur, tapi kaya pun bikin sulit tidur juga. Pengkotbah mengatakan apa yang bisa membuat kita tidur nyenyak adalah mensyukuri apa yang kita peroleh sebagai hasil kerja kita tanpa memandang besarannya. "There is a serious and severe evil which I have seen under the sun.." kata Pengkotbah, "riches were kept by their owner to his hurt". (ay 12). Mati-matian mengejar harta dengan motivasi yang salah adalah seperti orang yang berlelah-lelah menjaring angin, alias sia-sia. Semua itu bisa habis dalam sekejap mata. Yesus mengatakan bahwa niat mengumpulkan harta di dunia akan sia-sia, karena setiap saat ngengat dan karat bisa merusakkannya, pencuri pun bisa membongkar dan mencurinya. (Matius 6:19). Penulis Amsal mengingatkan demikian: "Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali." (Amsal 23:4) Ia berkata: kalau pikiran kita mulai mengarah kepada niat untuk menjadi kaya, tinggalkanlah niat itu segera, karena sesuatu yang fana seperti itu setiap saat bisa lenyap tak berbekas. Mencari jalan pintas untuk menjadi kaya dalam sekejap mata tidak akan pernah membawa kebaikan.

(bersambung)

Filosofi Bekerja (3)

(sambungan)

Dalam perumpamaan tentang talenta yang diberikan Yesus dalam Matius 25:14-30 kita bisa melihat seperti apa talenta itu diberikan dalam hubungannya dengan penggenapan rencana Tuhan. Jumlah talenta berbeda-beda, yang terkecil adalah satu. Lima memang lebih banyak dari dua, dan dua lebih banyak dari satu. Tapi bukankah satu pun merupakan pemberian yang harus kita syukuri dan kembangkan? Satu talenta itu senilai seribu uang emas. Satu uang emas saja sudah banyak, apalagi seribu. Jadi sesungguhnya satu talenta itu pun sudah merupakan kepercayaan besar yang diberikan Tuhan kepada kita. Berapapun yang diberi, kita harus bersyukur dan mempergunakannya untuk memuliakan Tuhan. Berapapun yang dipercayakan, kita harus mampu mengelolanya dengan baik untuk tujuan-tujuan yang mulia. Berapapun jumlahnya, kita harus mampu melipatgandakannya agar kita bisa diberi kepercayaan lebih lagi oleh Tuhan. Betapa senangnya Tuhan jika kita melakukan dan menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Tuhan menghargai orang-orang yang bersungguh hati dalam menjalankan pemberianNya. Jika kita melakukan seperti itu, maka jawaban "Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu" akan kita terima, tidak peduli berapapun talenta yang awalnya dipercayakan kepada kita.

Tidak ada tempat bagi kemalasan bagi anak-anak Tuhan. Jika kita melihat perjalanan para tokoh Alkitab, kita akan melihat pula bahwa mereka semua adalah pekerja keras dan tidak satupun yang bermalas-malasan. Semua pasti lelah, tapi mereka tetap punya kemauan dan semangat karena mereka tahu bahwa semua itu merupakan berkat yang berasal dari Tuhan, dan Tuhan menjanjikan keberhasilan yang gemilang dalam setiap pekerjaan baik yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dalam namaNya. Tuhan menjanjikan kita sebagai "kepala dan bukan ekor, tetap naik dan tidak akan turun" (Ulangan 28:13) jika kita setia melakukan segala yang Dia berikan kepada kita.

Selanjutnya lihatlah firman Tuhan ini: "Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina." (Amsal 22:29). Seperti itulah ganjaran terhadap orang-orang yang cakap dalam pekerjaannya, yang melakukan pekerjaannya dengan serius dan sungguh-sungguh. Jika Tuhan menyertai, apapun yang kita kerjakan akan dibuatNya berhasil. (Kejadian 39:2,3,23). Bersyukurlah atas pekerjaan yang bertumpuk, yang berat, karena semua itu merupakan berkat yang tak ternilai besarnya dari Tuhan, dan dibalik itu semua keberhasilan pun telah Dia sediakan bagi kita.

Adakah diantara anda yang saat ini merasa bahwa usaha yang anda kerjakan seolah berjalan di tempat? Anda merasakan kelelahan yang seperti tidak sebanding dengan yang anda peroleh? Tetap syukuri semua sebagai berkat dari Tuhan, dan syukuri pula karena setidaknya kita sudah lebih baik dari orang yang masih bermalas-malasan tanpa mau melakukan apapun. Selelah apapun, Tuhan menjanjikan kelegaan dan akan selalu memberikan kekuatan. Ketika anda pergi tidur, anda akan bangun dengan berkat yang baru setiap pagi yang berasal dari Tuhan. (Ratapan 3:22-23). Ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, itu artinya kepercayaan yang Tuhan berikan pun besar. Maka lakukanlah itu dengan sebaik-baiknya, sebab Tuhan telah membekali dengan talenta yang tidak sedikit pula dan sudah menyediakan segala yang diperlukan agar anda bisa berhasil. Pakailah itu untuk memuliakan Tuhan.

Lelah karena banyak kerjaan? Bersyukurlah dan tetap lakukan yang terbaik

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Filosofi Bekerja (2)

(sambungan)

Tidak satupun manusia yang dijadikan untuk menjadi gagal dalam hidup. Jadi apabila kita masih belum sukses, kita perlu memeriksa poin di atas satu persatu. Mungkin ada yang masih luput dari perhatian kita, mungkin kita keliru mengambil pekerjaan yang tidak sesuai dengan talenta yang diberikan dan/atau panggilan kita, mungkin ada faktor-faktor yang masih menghambat dan sebagainya. Yang pasti Tuhan punya rencana besar bagi setiap kita, Dia merancang sebuah kehidupan yang penuh damai sejahtera dan mengarah kepada masa depan yang penuh harapan.

Apa yang dibutuhkan dari kita? Ada dua hal, yaitu kemauan dan semangat. Kedua hal ini tergantung dari kita sebagai bagian dari kehendak bebas atau free will yang juga merupakan anugerah dari Tuhan. Beberapa waktu lalu saya mendapat sebuah hikmat yang mengatakan bahwa selama ada kemauan dan bakat, sukses pasti akan mengikuti. Pada waktu itu satu pertanyaan saya adalah: kenapa pasti? Dari topik kita hari ini jawabannya kita peroleh, yaitu karena yang lain sudah disediakan oleh Tuhan sendiri.

Secara jelas Tuhan memberi penjelasan yang saya anggap sebagai kesimpulan dari rangkaian ayat yang telah kita baca di atas. "Demikianlah harus bekerja Bezaleel dan Aholiab, dan setiap orang yang ahli, yang telah dikaruniai TUHAN keahlian dan pengertian, sehingga ia tahu melakukan segala macam pekerjaan untuk mendirikan tempat kudus, tepat menurut yang diperintahkan TUHAN." (Keluaran 36:1). Ini merupakan gambaran yang jelas tentang apa sesungguhnya yang harus kita lakukan dan perhatikan dalam bekerja atau mengusahakan sesuatu.

Mari kita penggal ayat dalam Keluaran 36:1 ini dalam 3 bagian agar terlihat lebih jelas.
1. "Demikianlah harus bekerja Bezaleel dan Aholiab, dan setiap orang yang ahli."  
Sebuah pekerjaan tanpa melihat besar kecilnya merupakan berkat dari Tuhan yang harus disyukuri. Oleh sebab itu sangatlah tidak tepat apabila kita menyikapi kesulitan, kesibukan atau problem-problem dalam bekerja itu dengan bersungut-sungut, mengeluh atau komentar-komentar negatif lainnya. Talenta dan keahlian-keahlian istimewa yang Tuhan berikan bukanlah untuk disimpan sendiri melainkan untuk dipakai bekerja menghasilkan buah-buah yang dapat dinikmati dan memberkati orang lain. Selanjutnya kita harus menjaga pula agar jangan sampai keahlian itu menjadikan kita menjadi orang-orang sombong. Ingatlah bahwa itu semua berasal dari Tuhan, sehingga seharusnya kita memuliakan Tuhan di dalamnya, bukan mencuri kemuliaan dari Tuhan.

2. "yang telah dikaruniai TUHAN keahlian dan pengertian, sehingga ia tahu melakukan segala macam pekerjaan"
Perhatikan, bukan hanya pekerjaan yang Tuhan beri, tapi kita diperlengkapiNya pula dengan segudang talenta; keahlian dan pengertian; sehingga kita mampu menjalankan pekerjaan kita dengan baik dan berhasil. Artinya, ketika Tuhan memberikan kita berkat untuk bekerja dan berusaha, Tuhan telah melengkapi kita terlebih dahulu dengan bekal yang diperlukan untuk mengelola segala yang dipercayakan kepada kita agar bisa kita lakukan dengan baik.

3. "untuk mendirikan tempat kudus, tepat menurut yang diperintahkan TUHAN." 
Bagian ini dengan jelas berbicara mengenai pentingnya kita memuliakan Tuhan dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Mendirikan tempat yang kudus, tepat menurut yang diperintahkan Tuhan tidak hanya secara sempit berbicara mengenai membangun gereja, tapi juga termasuk kehidupan dan pekerjaan kita yang harus selalu memuliakan Tuhan dan dilakukan sesuai kehendakNya. Artinya, hidup kita pun harus bisa menjadi bait yang kudus, demikian pula pekerjaan kita dan segala aspek kehidupan yang kita jalani. Setiap pekerjaan kita seharusnya bisa menjadi media untuk memuliakan Tuhan, menjadi saksi keberadaan Tuhan, yang artinya orang akan bisa mengenal dan merasakan Tuhan lewat karya kita.

(bersambung)

Filosofi Bekerja (1)

Ayat bacaan: Keluaran 36:1
=======================
"Demikianlah harus bekerja Bezaleel dan Aholiab, dan setiap orang yang ahli, yang telah dikaruniai TUHAN keahlian dan pengertian, sehingga ia tahu melakukan segala macam pekerjaan untuk mendirikan tempat kudus, tepat menurut yang diperintahkan TUHAN."

Seorang teman baru saja membagikan filosofinya dalam menyikapi kesibukan dalam bekerja yang seringkali menyerap energi dan tenaga sehingga mendatangkan kelelahan. Baginya kesibukan dalam melakukan sebuah pekerjaan jauh lebih baik ketimbang hanya berdiam diri tanpa melakukan apa-apa. Ia berprinsip bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan haruslah dilakukan sebaik-baiknya seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kolose 3:23), dan ia pun selalu berusaha sedapatnya mengaplikasikan pengajaran Yesus untuk berjalan ekstra mil (Matius 5:41). Karena ia bertekad menjalankan kedua hal ini dalam apapun yang ia kerjakan, tidaklah mengherankan kalau ia bisa merasa sangat kelelahan. Katanya, sebagian orang menganggapnya bodoh karena mau kerja mati-matian dengan upah yang menurut mereka tidak sebanding, tapi ia terus melakukan seperti apa yang dikatakan firman-firman Tuhan tersebut. "Aku sering merasa seperti kehabisan bensin, tapi daripada menganggapnya sebagai beban, aku memandangnya sebagai happy problem." katanya. Happy, karena kalau lelah artinya ia masih bekerja dan ada kesempatan baginya untuk melakukan firman Tuhan.

Apa yang menjadi filosofinya dalam memandang sebuah kesibukan bekerja bagi saya sangat menarik dan memberkati. Kedua prinsip yang ia pegang sangatlah baik untuk kita teladani, terlebih hari ini ketika kebanyakan orang hanya berhitung untung rugi secara sempit. Serius tidaknya dan baik tidaknya sesuatu yang dikerjakan tergantung pada berapa nilai upah yang diterima. Itu pemikiran dunia, yang sangatlah berbeda dengan prinsip firman. Berbuat sebaik-baiknya seperti Tuhan yang menyuruh, lantas memberi ekstra, lebih dari kewajiban untuk mencapai hasil terbaik. Dari apa yang ia alami dan sering pula saya alami sendiri, Tuhan ternyata tidak pernah kekurangan cara untuk menyatakan berkatNya saat kita melakukan tepat seperti apa yang Dia mau. Mungkin dari sebuah pekerjaan kita sepertinya tidak mendapat hasil jerih payah yang sebanding, tapi dari jalan lain berkatNya bisa datang melimpah tanpa disangka-sangka. Itu sangat sering terjadi, sehingga ini bisa menjadi bukti nyata akan kesetiaan Tuhan dalam menepati janji, setidaknya lewat kesaksian saya dan teman saya ini.

Selanjutnya mari kita lihat prinsip atau filosofi menarik lainnya dalam bekerja dari sebuah kisah  mengenai pengangkatan Bezaleel dan Aholiab untuk membangun Kemah Suci dalam kitab Keluaran. "Berkatalah Musa kepada orang Israel: "Lihatlah, TUHAN telah menunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan telah memenuhinya dengan Roh Allah, dengan keahlian, pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan." (Keluaran 35:30-31). Bezaleel dan Aholiab adalah dua orang yang kepadanya diberikan tugas untuk membangun Kemah Suci. Tuhan tidak sekedar menyuruh, tapi Dia membekali dengan Roh Allah yang memberi keahlian, pengertian dan pengetahuan agar mampu mengerjakan tugas-tugas yang telah diberikan itu. Tidak hanya itu, tapi Tuhan pun memberikan kepandaian untuk mengajar agar orang lain pun bisa mendapat ilmu dari apa yang mereka miliki. "Dan TUHAN menanam dalam hatinya, dan dalam hati Aholiab bin Ahisamakh dari suku Dan, kepandaian untuk mengajar." (ay 34).

Betapa banyaknya talenta yang telah Tuhan berikan kepada kedua orang ini. Secara detail dikatakan seperti berikut: "Ia telah memenuhi mereka dengan keahlian, untuk membuat segala macam pekerjaan seorang tukang, pekerjaan seorang ahli, pekerjaan seorang yang membuat tenunan yang berwarna-warna dari kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus, dan pekerjaan seorang tukang tenun, yakni sebagai pelaksana segala macam pekerjaan dan perancang segala sesuatu." (ay 35). Terdengar seperti rumit dan bertumpuk-tumpuk bukan? Anggaplah ayah anda ingin anda mengerjakan sesuatu yang besar, ia ingin anda sukses, karenanya ia menyekolahkan anda agar punya ilmu pengetahuanyang baik dan keahlian yang cakap, lantas melengkapi pula semua modal yang dibutuhkan agar anda bisa segera mulai mengerjakannya sampai berhasil. Kira-kira seperti itu gambarannya. Dari sini saja kita bisa mengambil beberapa kesimpulan bahwa:
1. Tuhan punya rencana besar bagi kita
2. Tuhan ingin kita sukses
3. Agar bisa sukses, Tuhan sudah melengkapi kita dengan talenta
4. Talenta diberikan berbeda-beda, karenanya kita perlu membangun hubungan dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama
5. Tuhan juga melengkapi kita dengan modal dan lain-lain yang dibutuhkan melalui curahan berkatNya

(bersambung)

Melupakan Sang Pencipta

Ayat bacaan: Roma 1:20
====================
"Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih."

Ada banyak lagu yang tetap dikenal dari satu generasi ke generasi berikutnya. Orang mengenal dan menyukai lagunya, hafal lirik dan bisa menyanyikan tetapi hanya sedikit yang tahu siapa pengarangnya. Ambil contoh misalnya lagu Sabda Alam, Payung Fantasi dan Indonesia Pusaka. Siapa pengarang lagu-lagu ini? Tidak banyak yang ingat, padahal tanpa ada yang mengarang, lagu-lagu itu tidak akan pernah ada. Pengarangnya adalah satu orang yang sama, seorang maestro bernama Ismail Marzuki. Sebagian dari anda tentu tahu nama ini, tapi sebagian lagi mungkin tidak mengenal atau bahkan belum pernah mendengar. Seorang teman yang berprofesi sebagai penyanyi pada suatu kali pernah berkata seperti ini: "Untuk apa memangnya kita harus tahu siapa yang menulis lagu, atau siapa penyanyinya? Yang penting tahu lagu dan bisa menyanyikan dan mendapat imbalan untuk itu." Seperti itulah kecenderungan banyak orang. Berapa banyak orang yang tahu siapa sosok dibelakang lagu-lagu yang kita sukai, atau pencipta/penemu berbagai alat-alat penting? Kita menikmati karya-karya indah atau yang memberi manfaat bagi kita tapi merasa tidak perlu menghargai penciptanya. Padahal tanpa mereka apa yang kita nikmati itu tidak akan pernah ada.

Dengan banyak alasan kita seringkali melupakan Tuhan. Tidak sedikit pula orang yang tidak percaya atau meragukan keberadaan Tuhan. Padahal kita hidup dengan menikmati semua yang Dia ciptakan. Bukankah semua yang ada di dunia ini merupakan hasil karyaNya? Kalau kita mengalami, mempergunakan, menikmati dan hidup dengan semua itu, mengapa kita malah melupakan Penciptanya? Padahal atas segala yang Dia berikan pada kita, sudah seharusnya kita bersyukur, memuji dan memuliakanNya dalam segala sesuatu yang kita nikmati itu.

Kalau banyak orang yang bersikap melupakan atau mengabaikan Sang Pencipta, tidaklah demikian dengan Daud. Lihatlah bagaimana Daud memuji keagungan Tuhan pencipta langit dan bumi beserta segala isinya dalam Mazmur 104 dengan begitu indahnya. Mazmur 104 ini berjudul "Kebesaran Tuhan dalam segala ciptaanNya", menunjukkan bahwa Daud merasakan kebesaran Tuhan dalam segala ciptaan Tuhan yang ada disekitarnya setiap saat dimana isinya ia tulis secara puitis dengan indah. Misalnya seperti ini: "Engkau yang melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di antara gunung-gunung, memberi minum segala binatang di padang, memuaskan haus keledai-keledai hutan; di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan. Engkau yang memberi minum gunung-gunung dari kamar-kamar loteng-Mu, bumi kenyang dari buah pekerjaan-Mu. Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia." (Mazmur 104:10-15). Semua itu indah, tapi tidak satupun bisa melebihi ciptaanNya yang paling istimewa, yaitu manusia yang diciptakan sesuai dengan gambar dan rupaNya sendiri. Tidak ada satupun manusia yang persis sama, baik rupa, warna, bentuk, sifat dan sebagainya. Itu pekerjaan yang sungguh luar biasa yang tidak akan bisa dilakukan oleh siapapun selain Allah. Bukankah sangat disayangkan apabila ciptaanNya yang teristimewa justru cenderung melupakanNya?

Sepanjang Mazmur Daud berbicara begitu banyak tentang menaikkan puji-pujian bagi Tuhan. Dia begitu menyadari bahwa kebesaran Tuhan itu terlihat nyata dan jelas melalui segala hasil ciptaanNya. Salah satunya berbunyi "Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada." (Mazmur 146:1-2). Pujian lainnya ia nyatakan seperti ini: "Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa! Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!" (1 Tawarikh 16:8-9). Pertanyaannya, apakah kita menyadari kebesaran Tuhan melalui karya-karyaNya seperti Daud? Sudahkah kita merenung dan memuji Tuhan ketika kita melihat alam yang begitu indah, yang meski sudah semakin berkurang tapi masih bisa kita nikmati hari ini? Ketika melihat matahari bersinar indah ditengah sekumpulan awan putih, melihat indahnya bintang gemerlapan di tengah malam, bunga-bunga warna-warni bermekaran, bahkan udara yang kita hirup yang disediakan gratis untuk kita. Bayangkan bagaimana hidup tanpa itu semua. Sudahkah kita bersyukur dan memuliakan namaNya?

Sangatlah menyedihkan apabila kita melupakan siapa Sang Pencipta Agung di balik semua itu, tidak memuliakan dan mengucap syukur malah kemudian menindas kebenaran dengan kelaliman. Paulus menggambarkan sifat melupakan Tuhan ini sebagai kefasikan dan kelaliman yang memurkakan Tuhan (Roma 1:18). Tuhan memang tidak terlihat kasat mata seperti kita memandang manusia atau alam dan isinya, tapi jika kita mau sedikit berpikir, kehebatan Tuhan itu sebenarnya bisa terlihat jelas dari segala karyaNya sejak dahulu hingga sekarang. Itulah yang dikatakan pula oleh Paulus. "Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih." (Roma 1:20). Eksistensi Tuhan merupakan sesuatu yang nyata, ada di sekitar kita sehingga seharusnya tidak perlu dipertanyakan atau diragukan. Tapi banyak orang yang tidak menyadari hal ini, tidak memuliakan dan tidak mengucap syukur kepada Tuhan. "Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap." (ay 21). Yang lebih parah, malah ada banyak orang yang tega menggantikan kemuliaan Allah dengan segala sesuatu yang fana dalam berbagai bentuk untuk disembah. "Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar...mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin." (ay 23,25). Hal-hal seperti ini sungguh tidak pantas kita lakukan. Ketika kita menikmati hasil ciptaan Tuhan yang indah ini, seharusnya kita bersyukur dan memuliakanNya pula dalam setiap waktu kita menikmatinya.

Maestro di atas segala maestro telah menyediakan segalanya bagi kita. Sang Virtuoso telah memberikan kita semua hal terindah dan terbaik. Tuhan yang penuh kasih itu telah dengan jelas menyatakan diriNya sendiri lewat segala ciptaanNya yang bisa kita lihat dan rasakan setiap hari. Hari ini mari kita belajar meninggalkan sejenak doa yang berisi keluh kesah dan daftar permintaan. Datanglah kepadaNya dan muliakanlah Dia dengan pujian dan penyembahan yang terbaik dari diri kita. Isi doa-doa kita dengan ucapan syukur yang mengagungkan namaNya. Atas segala ciptaanNya yang luar biasa dan segala yang Dia berikan kepada kita, Dia lebih dari layak untuk itu.

Segala ciptaan yang indah bagaikan jari penunuk yang mengarah kepada Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

RENUNGAN HIDUP

Seekor Anjing bernama FAITH

Renungan Kristen Sehari-hari Seekor Anjing bernama FAITH Sebuah cerita yang segar dan inspiratif disertai dengan banyak foto yang hari ini saya dapat dari teman lama. meng-harukan, meng-gemaskan dan me-nyenangkan tentunya…….. Seekor anjing ini berjalan dengan hanya menggunakan 2 kaki saja, namanya adalah Faith (Keyakinan). Faith lahir pada tahun 2002, sehari sebelum hari Natal. Pada waktu

7 Langkah berjalan dlm Roh

Renungan Kristen Sehari-hari 7 Langkah berjalan dlm Roh -Glow Bandung Galatia 5:16-25 Hidup menurut daging atau Roh (16) Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. (17) Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging karena keduanya bertentangan sehingga kamu setiap kali tidak

Cara Kerja Satan

Renungan Kristen Sehari-hari  Cara kerja setan :  1. Menguasai jiwa manusia (pikiran)  2. Menguasai tubuh manusia setan tidak bisa mengambil roh seseorang namun dapat menguasai tubuhnya.  Jagalah jiwamu (pikiranmu) agar tidak dikuasai setan.  Sehingga tubuhmu dikuasai utk melakukan dosa.   Cara masuk setan ke dalam jiwa (pikiran):  1. Sakit hati  2. Benci  3. Dendam  4. Iri hati

RENUNGAN KRISTEN

Sauh Bagi Jiwa

Ibrani 6:19
Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 2; Matius 2; Kejadian 3-4

Harapan adalah sikap yang sehat. Mengantisipasi yang baik membawa kenyamanan bagi pikiran dan hati. Sebaliknya, keadaan putus asa adalah suatu kondisi yang mengerikan. Ini luar biasa dan menyedihkan untuk berpikir bahwa apa yang Anda hadapi tidak dapat diubah atau diselesaikan. Bagi orang yang telah kehilangan semua harapan, kehidupan tampak seperti terowongan gelap yang panjang.

Penulis kitab Amsal bahkan menggambarkan hasil dari perasaan yang tertekan ini: "Harapan yang tertunda menyedihkan hati" (Amsal 13:12a). Emosional, fisik, dan bahkan penyakit mental menghantui orang yang merasa terjebak dalam situasi suram. Tapi saya ingin memberitahu Anda, bahwa selama ada Tuhan, tidak ada situasi yang tanpa harapan. Dalam Dia, kita memiliki janji-janji kehidupan.

Orang-orang percaya memiliki pengharapan yang menyauh jiwa mereka. Hubungan kita dengan Yesus Kristus membawa kita dekat dengan tahta surga, di mana kita dapat melemparkan semua beban kita di hadapan Allah yang Maha Kuasa. Selain itu, kita dapat berpegang teguh kepada-Nya saat berbagai  cobaan kita hadapi. Oleh karena kasihNya yang besar, Dia menyediakan kekuatan bagi tubuh lelah, perdamaian bagi pikiran yang cemas, dan kenyamanan untuk hati berduka. Singkatnya, DIA adalah lampu yang lembut di terowongan gelap yang menuntun kita keluar dari berbagai ujian dan pencobaan.

Ibarat kapal, pengharapan adalah jangkar terbaik untuk jiwa kita.

Mengapa Kita Tidak Bahagia?

Roma 14:17
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 89; Lukas 10; 2 Raja-raja 22-23

Ketika merayakan ulang tahunnya yang ke-75, majalah Forbes mengundang para ilmuwan dari berbagai bidang dan dari berbagai penjuru dunia untuk menjawab satu pertanyaan utama: "Mengapa kita begitu tidak bahagia?" Menarik sekali karena para ilmuwan ini semuanya setuju pada satu alasan utama: "Kita menjadi orang-orang yang bermasalah karena kita tidak punya pegangan dalam bidang moral dan spiritual."

Dalam bukunya "Can Man Live Without God?" apologet Ravi Zacharia mengatakan bahwa isu tentang rasa sakit dan penderitan menjadi sangat populer dan menjadi hal besar karena orang-orang telah kehilangan pegangan moral dan spiritual. Rasa sakit kita diperkuat oleh harapan naif bahwa semuanya itu akan bisa dihilangkan atau dibereskan oleh kemajuan ilmu pengetahuan.

Ahli matematika Blaise Pascal mengatakan di dalam hidup manusia ada satu lubang yang hanya bisa diisi oleh ukuran Allah saja. Tidak ada hal lain yang bisa mengisinya, termasuk ilmu pengetahuan, materi yang berlimpah, kesempatan karir, atau keluarga yang luar biasa. Manusia memang diciptakan untuk sebuah hubungan dengan Allah. Ketika relasi dengan Allah menjadi yang terutama dalam hidup kita, maka segala penderitaan akan menjadi tertanggungkan karena ada makna dan harapan di baliknya.

Apakah beban dan penderitaan Anda hari-hari ini? Berfokuslah pada Allah, maka Anda akan mengalami kebahagiaan (sukacita) yang sejati dan seperti janjiNya, "...semuanya itu (yang Anda butuhkan) akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33)

Bersediakah menjadikan Allah sebagai fokus utama kita pada hari ini?

Berhenti bermain-main dengan dosa

Galatia 5:13
Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 88; Lukas 9; Yeremia 23-24

Bull riding atau mengendarai banteng merupakan salah satu dari tujuh pertandingan utama dalam acara rodeo profesional. Bull riding adalah cabang yang paling terkenal dan berbahaya dalam pertandingan rodeo.

Tujuan dari pertandingan bull riding adalah bertahan menunggangi seekor banteng liar selama 8 detik dengan satu tangan untuk mencapai kemenangan. Para cowboy yang menunggang banteng hanya diperbolehkan menggunakan satu tangan untuk memegang tali yang melingkari banteng. Gagal bertahan selama 8 detik ataupun menggunakan tangan yang bebas untuk memegang banteng maupun anggota tubuh sendiri berakibat diskualifikasi.

Namun demikian, usaha 8 detik menunggangi banteng seberat 2000 pon ini merupakan usaha yang sangat berbahaya. Tidak sedikit cowboy yang terjatuh dan terluka karena ditanduk banteng. Sebuah perkataan yang sering dikutip mengenai bull riding adalah, "It is not if you get hurt, it is when!"

Dalam diri manusia terdapat sifat dosa yang sulit dikendalikan bagaikan banteng liar. Bermain-main dengan dosa merupakan sesuatu hal yang berbahaya. Bukan soal apakah kita akan terluka karena bermain-main "mengendarai" dosa, tapi soal kapan waktunya!

Seringkali hanya dibutuhkan waktu kurang dari 8 detik bagi iblis untuk membuat kita terpelanting dan tertanduk hingga binasa. Mari berhenti bermain dengan dosa! Ijinkan tangan Yesus yang berlubang mengambil alih tali yang melingkari banteng itu. Hanya kasih karunia yang membuat kita bertahan hingga keluar sebagai pemenang.

Berhentilah bermain-main dengan dosa.

Dear Mom and Dad

Amsal 17:6
Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 86; Lukas 7; Yeremia 35-36

Seorang anak pernah mengomentari ayahnya seperti ini, "Ayahku memang tidak sempurna, tapi aku juga tidak sempurna. Kalau main basket, tembakannya yang bergaya khas itu jarang sekali membuat bolanya masuk. Tetapi yang penting ia main basket bersamaku. Banyak anak-anak lain yang tidak pernah main basket bersama ayahnya."

Fenomena "keluarga tanpa ayah" menjadi suatu pemandangan umum di keluarga modern, bahkan kadang "tanpa ayah dan ibu", keluarga yang anak-anaknya menghabiskan sebagian besar waktu mereka hanya bersama baby sitter atau pembantu. Padahal riset para ahli telah membuktikan, jika tidak ada pemimpin dalam keluarga, maka anak-anaknya cenderung akan:
• 5 kali lebih mungkin bunuh diri
• 32 kali lebih mungkin minggat dari rumah
• 20 kali lebih mungkin menderita kelainan perilaku (homo, waria, antisosial)
• 14 kali lebih mungkin melakukan tindakan pemerkosaan (aktif lebih dini secara seksual dan yang wanita lebih mungkin terjerat seks bebas)
• 9 kali lebih mungkin putus sekolah dan hidup dalam kemiskinan
• 10 kali lebih mungkin terjerat narkoba atau obat-obatan
• 10 kali lebih mungkin dipenjara (70% anak yang dipenjara adalah anak yang ayahnya absen)
• 9 kali lebih mungkin mengalami gangguan kejiwaan.

Bukan tanpa alasan mengapa Allah menciptakan bentuk keluarga dengan ayah dan ibu. Anak-anak membutuhkan kedua orang tuanya untuk bisa berkembang dengan baik.

Akan tetapi sejarah masih terus berulang, fakta bahwa tidak hadirnya dan tidak berfungsinya orang tua dalam keluarga masih terus bergulir di seputar kita. Saya kira kini saatnya para orang tua untuk lebih banyak hadir dan kembali kepada keluarga. Dengarlah suara lirih anak-anak yang berkata, "Papa (atau mama)... pulanglah ke rumah..."

Anak-anak membutuhkan kedua orang tuanya untuk bisa berkembang dengan baik.

Mintalah, Mintalah, dan Mintalah

Lukas 11:9
Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 84; Lukas 5; Yeremia 16-17

Katakanlah ada seorang teman yang tengah malam datang mau meminjam beberapa bungkus mie instant. Sudah jelas kita punya 1000 alasan untuk menendang dia keluar.

Ya ampunnn, besok aku harus kerja, dan dia membangunkan aku malam-malam?
Cuma soal mie instant? Salah sendiri dia tidak menyimpan sedikit makanan!
Ngomong-ngomong, apa kita kenal dekat yah?
...dan sejuta alasan lainnya.

Mungkin kita akan mencoba pura-pura tidur dan berharap dia akan segera angkat kaki. Tapi ketika kita mendapati bahwa orang tebal muka ini tetap mengetuk pintu, mau tidak mau kita pun bangun dan memberikan apa yang dia minta. Bukan karena kita baik, tapi agar dia segera angkat kaki sebelum seisi rumah kita dan tetangga terbangun.

Jelas-jelas Allah Bapa kita tidak seperti itu. Dia bukan pemalas, Dia bukan orang lain, melainkan Bapa kita sendiri, Dia tidak kekurangan makanan dan segala harta lainnya. Jadi jika orang pelit di ataspun terpaksa bangun, betapa lebih lagi Bapa kita di Surga memberikan apa yang kita perlukan.

Terkadang kebenaran yang sederhana terlupakan di dalam hidup setelah kita dewasa, sementara kita semakin mandiri dan dunia semakin keras. Kitapun jarang meminta tolong kepada Tuhan. Tetapi biarlah hari ini kita ingat satu hal: mintalah pada Bapa. Mintalah dan mintalah, dengan iman...

Mintalah kepada Tuhan. Mungkin itulah sikap paling sederhana yang kita lupakan saat kita tumbuh dewasa.

HUMOR SECTION

Saya Ingin Belajar dari Anda

Seperti biasanya, setiap hari Minggu pagi orang-orang datang ke gereja dan langsung memilih tempat duduk di bangku bagian belakang. Demikian juga dengan pagi ini, kecuali seorang pendatang baru yang langsung menuju ke bangku paling depan.

Setelah kebaktian, Pendeta memberi salam kepada pendatang baru ini sambil bertanya mengapa ia duduk di bangku paling depan. “Saya seorang sopir bus,” jawabnya, “dan saya datang untuk belajar dari anda bagaimana caranya membuat orang-orang berebut duduk di bangku yang paling belakang.”

Orang Baru

Seorang pria baru saja percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamatnya. Tapi, semangatnya untuk bersaksi ngga kalah besar sama yang udah puluhan tahun percaya Yesus.

Selesai dibaptis, ia pergi ke desa pamannya di pedalaman untuk bersaksi pada orang yang ditemuinya di jalan. Begitu turun dari bis, ia ketemu orang yang ngga ia kenal. Spontan, ia bertanya, “Mas, kenal Yesus, ngga?”

Spontan orang itu geleng-geleng kepala, jawabnya, “Belum, sori aku orang baru di sini. Coba tanya Ibu yang jualan di warung itu!”

Pimpinan Salah Memecat Orang

Seorang pimpinan di sebuah perusahaan besar tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak ke pabriknya untuk melihat kinerja para karyawannya. Di pabrik tersebut dia menemukan seorang pria muda yang tengah bersandar di dekat pintu, nampaknya ia tengah bersantai.

Sementara semua pekerja yang ada diruangan itu tengah sibuk bekerja dengan giat, apa lagi satpam depan sudah kasih tahu mereka kalau ada pimpinan akan inspeksi.

Si bos segera menghampir pemuda tersebut dan bertanya, "heh kamu..Berapa gajimu seminggu?"

Dengan terkejut, pemuda itu melihat ke arah si pimpinan sambil berdiri dan memandangi dari bawah keatas ia menjawab, "Hmmmm 100.000 per minggu pak".

"Benar seratus ribu?" Tanya pimpinan itu lagi.."Be..benar pak..", jawab pemuda tadi.

Si pimpinan mengeluarkan dompetnya dan mengambil dua lembar uang 100 ribu-an. Ia mengulurkannya pada si pemuda, "Ini gajimu untuk dua minggu dan cepat pergi dari sana. Aku tak mau melihatmu lagi." PERGI!

Dengan keterkejutan luarbiasa dan juga takut, si pemuda segera meninggalkan tempat tersebut tanpa banyak bicara.

Lalu dengan muka berwibawa si bos melihat para stafnya yang sedari tadi memperhatikan adegan itu. "Panggil HRD manajer kemari! Biar dia tahu bagaimana memimpin itu" ujarnya dengan intonasi dibuat wibawa..

Selanjutnya dihadapan para karyawan si pimpinan melanjutnya wejangannya "kamu lihat ya..jika kamu malas-malasan kamu langsung saya pecat seperti orang tadi..ini masa krisis..kamu harus giat. Suruh kesini manajer HRD cepat.." Dengan terburu-buru seorang office boy memanggil HRD manajer.

Dan segeralah manajer HRD datang. begitu berada didekatnya dia berkata,"kamu lihat tadi pegawai yang baju merah,yang duduk saja dipintu samping..lihat khan..?

"Iya pak..kenapa dia pak?", Tanya manajer HRD dengan wajah bingung..

"saya sudah pecat dia. Saya sudah bayar pesangonnya sekalian..langsung 2 minggu!..dan seluruh karyawan disini melihat apa yang saya lakukan..itu menunjukan DISIPLIN sebagai pimpinan!", Katanya berceramah.

"Maaf pak, Pegawai yang mana pak?" Tanya HRD manajer meminta kepastian. "Yang baju merah disamping,yang duduk-duduk itu lho..",katanya dengan suara mengeras dan muka memerah menahan marah.

"Oh yang itu..",si HRD manajer memahami.."tapi maaf pak...dia bukan pegawai kita..itu PENGANTAR PIZZA DELIVER".

Status FB Para Binatang

Kalau binatang punya facebook kira-kira statusnya kaya gini kali yaaa...

* Anjing pudel : Nunggu di jemput chayangku mo ke salon neeh...
* Kecoa : Baru aja selamet dri injekan maut...
* Kucing : Anak gw yg ke7 barusan nanya sapa bapaknya, gw bingung mw jwb apa, gw sendiri lupa bpknya siapa...
* Nyamuk : Gw positif HIV AIDS, gra2 salah isep, hiks...
* Ayam : Teman2, klo besok gw ga update brarti gw di goreng, luv u all...
* CumiCumi : Abis isi ulang tinta neeh...
* Babi : Gw difitnah nyebarin flu, sialan...
* Kambing : Jangan keluar rumah friends bentar lg idul adha

Gembala dan Kambing

Suatu hari pemuda berpapasan dengan seorang gembala kambing. Terjadilah percakapan seperti ini.

Pemuda: Pak, boleh nanya nih?

Gembala: Boleh

Pemuda: Kambing-kambing Bapak sehat sekali. Bapak kasih makan apa?

Gembala: Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?

Pemuda: Mmm…yang hitam dulu deh…

Gembala: Oh, kalau yang hitam, ia makannya rumput gajah

Pemuda: Oh kalau yang putih?

Gembala: Yang putih juga…

Pemuda: Hmmmm….kambing-kambing ini kuat jalan berapa kilo Pak?

Gembala: Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?

Pemuda: Mmmm yang hitam dulu deh…

Gembala: Oh, kalau yang hitam, 4km sehari

Pemuda: Kalau yang putih?

Gembala: Yang putih juga…

Medengar jawaban itu, si pemuda mulai gondok.

Pemuda: Kambing ini menghasilkan banyak bulu nggak Pak per tahunnya?

Gembala: Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?

Pemuda (dengan kesalnya) yang hitam dulu deh..

Gembala: Oh yang hitam banyak…10 kg/tahun.

Pemuda: Kalau yang putih?

Gembala: Yang putih juga

Pemuda: BAPAK KENAPA SIH SELALU NGEBEDAIN KEDUA KAMBING INI, KALO JAWABANNYA SAMA?!

Gembala: Oh begini Dik. Soalnya yang hitam itu punya saya…

Pemuda: Oh, begitu Pak. Maaf, kalo saya emosi…kalo yang putih?

Gembala: Yang putih juga
 
 
 

Videos

  • Add Videos
  • View All

DOWNLOAD

FREE BIBLE DOWNLOAD :
(Adobe Reader Required)

alkitabindonesia.pdf

For PALM OS / Blackberry :
bibleindonesia4palm.pdb

© 2014   Created by Bethany New York.

Badges  |  Report an Issue  |  Terms of Service