Events

Photos

Informasi Bethany New York

Bethany Church NYC

Ps. Yosua Y. Wiranegara

4710 92nd St

Elmhurst, NY 11373

Tel. 646.255.9483

       646.255.9930

 

Info Bethany Indo Church of New York

RENUNGAN HARIAN ( Semoga Bisa Menjadi Berkat )

In Given Time (1)

Ayat bacaan: Kisah Para Rasul 13:36
==============================
"Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan."

Sebuah perenungan panjang saya malam ini hadir saat saya mengingat perjalanan hidup ayah saya. Ia lahir dalam sebuah keluarga yang miskin. Saudaranya ada banyak, sehingga tidak semua mampu disekolahkan. Saat memasuki SMP, ayah saya disuruh orang tuanya untuk pergi ke kota yang lebih besar. Ia hanya dibekali ongkos bus dan secarik kertas yang bertuliskan alamat terakhir dari famili yang dituju. Ia pun berangkat. Ia tinggal di rumah famili tersebut dan disekolahkan. Sebagai ganti jasa, ia diminta untuk bekerja bersih-bersih di rumah, memotong rumput dan lain-lain. Singkat cerita, ia berhasil menjadi dokter dan kemudian mulai membantu membiayai adik-adiknya sekolah. Terus menapak naik di spesialis yang ia tekuni, menjadi kepala, mengajar di kampus, mula-mula di kota tempat tinggal kemudian mulai melebar ke kota lain bahkan negara lain.

Hal yang sangat menginspirasi saya adalah kejujuran dan dedikasinya. Kalau ada mahasiswa yang mengirim paket ke rumah, ia menyuruh supir untuk mengembalikan. Dia tidak menghukum si mahasiswa yang mencoba menyogok, tapi akan menilai objektif apakah hasilnya bagus atau tidak. Dalam hal profesi sebagai dokter, namanya buka praktek di pinggiran kota, pada masa itu dia biasa dibayar bukan dengan uang melainkan dengan hasil tani atau kebun. Misalnya dibayar pakai pisang setandan, jagung dan sebagainya. Dia menerima dengan baik dan tidak membedakan pasien tersebut dari yang bayar pakai uang. Saya pernah tanyakan, ia berkata bahwa sebagai dokter, ia harus memgang sumpah dokter yang ia ucapkan saat lulus. Kalau ada pasien datang tengah malam, ia pun tetap membukakan pintu. Bagaimana kalau orang jahat yang datang? Tanya ibu saya suatu kali. Dan ia menjawab ringan, "bagaimana kalau memang orang yang butuh pertolongan? Itu sudah resiko sebagai dokter." katanya. Hari ini di usianya yang sudah lebih 70 tahun, ia masih aktif praktek dan mengajar. Ia masih sehat dan aktif. Selama hampir 50 tahun ia melakukan bagiannya, yang menurut saya dengan teramat sangat baik. Ia masih diberikan kesempatan untuk itu hari ini. Tapi pada suatu ketika ia akan melemah lalu tiada. Masanya sudah ia jalani dengan baik dan pada waktunya nanti masanya akan habis. Saya kagum kepada caranya menjalani panggilan dengan integritas.

Malam ini saya merenungkan pengalaman hidupnya, berbagai pesan, nasihat dan contoh yang telah ia berikan selama ini. Sekarang saya masih produktif, masih bisa bekerja, masih bisa melayani, masih bisa menyampaikan firman Tuhan, tapi saya harus sadar bahwa saya tidak mungkin bisa melakukan itu selamanya. Pada suatu saat nanti, saya tidak akan bisa lagi melakukannya, walaupun mungkin saya masih sangat ingin berbuat sesuatu. Masa saya tengah saya jalani, tapi pada suatu saat nanti masa saya akan habis. Karena itulah selagi saya masih bisa, komitmen saya adalah berbuat segala sesuatu yang terbaik dengan sekuat tenaga, berusaha sungguh-sungguh dan serius untuk melakukan segala sesuatu, seperti saya sedang melakukannya untuk Tuhan.

Ada batas waktu bagi kita untuk menjalani fase kehidupan di dunia ini. Dalam doa Musa yang dicatat pada Mazmur 90 dikatakan: "Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap." (Mazmur 90:10). Tujuh puluh tahun, dan kalau kuat delapan puluh tahun. Itu berlaku sampai sekarang meskipun untuk kita di Indonesia tampaknya usia makin singkat saja. Ada orang yang mendapat "bonus" lebih melewati 80 tahun, tapi seberapa panjangpun, masa hidup setiap orang akan berakhir pada suatu ketika.

Alkitab mencatat beberapa orang yang berusia ekstrim hingga mencapai nyaris 1000 tahun. Adam mencapai 930 tahun (Kejadian 5:5), Set mencpadapai 912 tahun (ay 8), Enos mencapai 905 tahun (ay 11), Kenan mencapai 910 tahun (ay 14), Yared mencapai 962 tahun (ay 17) Nuh mencapai 950 tahun (9:29), dan yang terpanjang Metusalah, mencapai 969 tahun. (5:27). Begitu panjang umur mereka.

Tapi kalau semua ayat ini diperhatikan, ada sesuatu yang menarik untuk dicermati. Untuk semua ayat yang mencatat usia mereka di atas, kalimatnya selalu diakhiri dengan kata-kata yang sama: "lalu ia mati." Sepanjang apapun umur manusia, pada suatu ketika tetap akan berakhir. Tidak ada manusia yang hidup selamanya. Perjalanan hidup kita punya ujung, punya batas. Pada suatu ketika kita akan dipanggil Tuhan, dan dengan demikian berakhirlah perjalanan hidup di dunia ini.

(bersambung)

Memandang Muka (3)

(sambungan)

Apa yang harus kita lakukan ada pada ayat berikutnya. "Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik." (ay 8). Kasih. Itu kuncinya. Hukum kasih mengharuskan kita untuk tidak pandang bulu dan berlaku adil kepada semua orang. Kita harus memandang orang lain dengan sebuah kaca mata kasih. Alangkah ironis jika seseorang sudah menjaga hidupnya dari banyak kecemaran namun melupakan hal yang satu ini dan masih hidup dengan memandang muka. Konsekuensinya tidak main-main. "Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya." (ay 10).

Hindarilah memberlakukan standar ganda dan hargai semua orang secara sama dengan kasih yang sama pula. Ingatlah bahwa mereka pun dicintai Tuhan dengan kepenuhan yang sama. Tuhan sama perdulinya pada mereka seperti halnya pada kita. Tuhan Yesus mati juga buat mereka, sama seperti buat kita. Baik dalam pekerjaan, dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelayanan, kenakanlah ukuran yang sama. Perlakukan semua orang dengan adil, layani semuanya dengan keseriusan yang sama. Ingatlah bahwa ukuran yang kita pakai untuk mengukur akan kembali diukurkan pada kita (Matius 7:2).

Yakobus mengingatkan kita bahwa ada bahaya yang mengintai kalau kita terus memandang muka, membeda-bedakan orang atau menetapkan standar ganda. Ijinkan saya mengutip lagi rangkaian ayat berikut ini: " Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik. Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran." (ay 8-9). Kalau kita melaksanakan hukum Kerajaan mengenai kasih, yaitu "kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kita melakukan hal yang benar. Tetapi sebaliknya, kalau kita membeda-bedakan orang dengan memandang muka, showing prjudice, favoritism for people, itu sama saja kita berbuat dosa. Hukum Allah menyatakan bahwa kita adalah pelanggar hukum, we are violators and offenders of God's Law. 

Sepintas masalah memandang muka seperti terlihat sepele. Tetapi kalau kita lihat rangkaian ayat di atas, kita akan tahu bahwa sebenarnya masalah ini tidaklah main-main. Ini masalah serius yang harus menjadi perhatian dari kita semua.

Seperti halnya Kristus turun ke bumi untuk menyelamatkan semua orang tanpa memandang muka, hendaknya kita pun mampu memandang dan memperlakukan setiap orang dengan hormat dan dengan sikap yang sama, sebab iman pada Yesus Kristus adalah iman yang diamalkan dengan tidak memandang muka.

Hukum kasih menuntut kita untuk berlaku adil dan tidak memandang muka

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Memandang Muka (2)

(sambungan)


"Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka."(Yakobus 2:1). Show no prejudice, no partiality. Yakobus berkata bahwa sebagai orang-orang yang beriman pada Yesus, tidaklah pada tempatnya iman itu diamalkan dengan memandang muka. Ini adalah seruan penting untuk menangkis kebiasaan dunia menetapkan standar ganda karena Kristus sendiri tidak memandang muka dalam melayani. Yesus melakukan banyak mukjizat dalam masa-masa kedatanganNya ke dunia tanpa memandang latar belakang orang yang dilayani. Yesus sudah membuktikan sendiri bahwa Dia mau menjadi sahabat orang miskin, pengemis, pemungut cukai, penderita kusta, wanita tuna susila dan sebagainya yang pada masa itu dianggap penyakit menjijikkan, orang-orang terbuang, bahkan sahabat dari orang-orang berdosa sekalipun seperti yang tertulis dalam Matius 11:19.

Kita harus tetap ingat bahwa Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia tanpa membedakan siapapun. Perhatikan apa yang dikatakan Yesus berikut ini. "..Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala." (Yohanes 10:15b-16).

Beritanya jelas. Yesus datang untuk semua manusia tanpa terkecuali. Amanat agung pun mengatakan hal yang sama. "Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:18-20). Yesus mengatakan semua bangsa, tanpa memandang muka. Maka tepatlah jika Yakobus mengingatkan bahwa jika kita beriman pada Kristus, sungguh tidak tepat apabila kita mengamalkan iman kita dengan memandang muka, memberlakukan standar ganda, bersikap tidak adil dan pilih kasih.

Selanjutnya mari kita lihat apa kata Paulus. "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini.."(Roma 12:2a). Ketika orang dunia banyak yang memandang muka, hendaklah kita yang beriman pada Yesus Kristus tidak ikut-ikutan serupa berperilaku seperti itu.

Kembali pada Yakobus 2, kita melihat bahwa dengan membeda-bedakan, artinya kita sudah bertindak menghakimi dengan pikiran yang jahat. "Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk, dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!", bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?" (ay 2-4). Yakobus kemudian mengingatkan bahwa orang yang dianggap miskin oleh dunia pun bisa dipilih Tuhan untuk menjadi kaya dalam iman bahkan menjadi ahli waris Kerajaan seperti yang telah Dia janjikan kepada siapa saja yang mengasihiNya (ay 5). Sebaliknya, orang kaya yang dianggap terpandang dan kepadanya manusia memberi standar ganda bisa tersesat oleh silaunya harta atau status lalu berhati jahat, menindas, menjatuhkan ke dalam penderitaan bahkan menghujat Allah (ay 6,7).

(bersambung)

Memandang Muka (1)

Ayat bacaan: Yakobus 2:9
====================
"Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran."

Suatu kali saya pernah mendatangi sebuah wartel karena butuh menelepon seseorang. Kebetulan pada hari itu saya harus buru-buru menelepon begitu bangun tidur sehingga saya tidak sempat untuk mandi dan mengganti pakaian terlebih dahulu. Mungkin karena saya datang lusuh, berjalan kaki dan hanya memakai sendal jepit, saya disambut dengan sangat tidak ramah oleh satpam dan penjaga wartel. Ketika saya bertanya, mereka menjawab tanpa melihat dan itupun singkat dan ketus. Tidak lama saya disana, ada seorang pria memakai dasi masuk. Perlakuan berbeda langsung tersaji. Mereka berdiri dan menyapa ramah bahkan yang satu buru-buru keluar untuk membukakan pintu bilik. Saya heran kenapa bisa ada standar ganda seperti itu. Apa diajarkan begitu oleh pemilik? Entahlah, tapi saya rasa tidak. Padahal kalau mau dibandingkan, ia menelepon lebih sebentar dari saya dan kota yang dituju pun jauh lebih dekat. Tapi itulah nyatanya yang terjadi.

Kalau anda berkunjung ke mall, anda bisa dengan mudah melihat berbagai sikap berbeda ini. Kalau pakai baju yang tidak mewah, penjaga toko biasanya mengikuti dengan lebih intens, mengawasi seolah pengunjung toko itu pasti akan mencuri. Saya pernah melihat ada seorang ibu lanjut usia yang kelelahan menunggu keluarganya belanja di supermarket lantas memutuskan untuk duduk di salah satu sofa pajangan. Tidak lama datanglah petugas yang meminta si ibu untuk berdiri dan pergi meninggalkan sofa. Sofa pajangan memang tidak boleh diduduki, dan si ibu mungkin tidak tahu atau karena kecapaian, ia duduk saja buat sebentar. Peraturannya memang begitu, jadi tidak salah saat si petugas meminta ibu itu berdiri. Tapi tidak lama kemudian ada seorang wanita jauh lebih muda dengan penampilan yang jauh lebih mewah. Petugas masih disana, si ibu pun belum jauh. Si petugas ternyata tidak melarang. Ia bahkan mengangguk lantas berdiri saja membelakangi si wanita. Apa yang membuat petugas itu melakukan standar ganda? Apakah pasti kalau si ibu yang berbaju mewah bakal belanja lebih banyak? Entahlah. Tapi bentuk-bentuk standar ganda tetap saja terjadi di berbagai tempat.

Bagaimana dengan gereja? Anda mungkin akan terkejut kalau standar ganda pun terjadi. Teman saya pada suatu kali berkunjung ke suatu daerah dan dalam kunjungannya ia beribadah di sebuah gereja. Ketika ia masuk dan duduk, ia diminta untuk pindah ke belakang. Alasannya? Karena di depan yang duduk cuma boleh jajaran pengurus dan donatur. Padahal kursi-kursi di beberapa baris depan sangat kosong. Ia berkata, sampai akhir kebaktian pun kursi-kursi tersebut tetap kosong. Ada gembala dan pemimpin gereja yang hanya mendengar dan mendahulukan kelompoknya sendiri tapi tidak menganggap penting mendengar jemaat yang Tuhan titipkan pada mereka. Apapun yang dilakukan oleh jemaat, sebaik apapun, mereka tetap tidak menganggap penting kalau bukan dari kelompoknya. Sikap memandang muka jelas melanggar hukum kasih. Tapi apakah ada Firman Tuhan yang secara spesifik mengingatkan akan hal ini?

Jawabannya: ada. Penyakit standar ganda ternyata sudah terjadi sejak dahulu kala. Itu bisa kita ketahui karena Yakobus pernah secara panjang lebar mengingatkan agar para pengikut Kristus jangan sampai ikut-ikutan terjebak dalam sikap membeda-bedakan orang. Hal itu tertulis dalam Yakobus 2:1-13 dengan judul perikop: Jangan Memandang Muka.

"Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka." (Yakobus 2:1).


(bersambung)

Bukan Tampilan tapi Hati (2)

(sambungan)

Secara jelas Tuhan bilang bahwa Tuhan tidak peduli apa yang dilihat manusia di depan matanya. Apa yang Tuhan lihat adalah hati. Samuel kemudian menangkap esensinya. Tapi tidak dengan Isai. Isai belum mengerti dan masih berpikir dengan cara pikir manusia. "Bukan Eliab ya? Kalau begitu pastilah Abinadab atau Syama." Seperti itu kira-kira pikiran Eliab. Sepertinya Isai berpikir, mungkin Eliab dianggap sudah terlalu tua. Tapi kriteria Tuhan pastilah diantara dua anakku lainnya yang sudah menjadi kebanggaan keluarga karena ada di jajaran prajurit Israel.

"Lalu Isai memanggil Abinadab dan menyuruhnya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata: "Orang inipun tidak dipilih TUHAN." Kemudian Isai menyuruh Syama lewat, tetapi Samuel berkata: "Orang inipun tidak dipilih TUHAN." (ay 8-9).

Dua-duanya tidak? Wah, masa sih? Begitu pikir Isai. Ia lalu menyuruh sisanya berdiri di depan Samuel. "Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: "Semuanya ini tidak dipilih TUHAN." (ay 10). Perhatikan ayat ini. Disebutkan jelas bahwa Isai menyuruh ketujuh anaknya untuk tampil bergantian di hadapan Samuel. Tujuh. Padahal kita sudah tahu bahwa anak laki-lakinya bukan tujuh melainkan delapan.

Samuel pun sempat heran. "Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" (ay 11a). Mendengar dan melihat reaksi Samuel, barulah Isai mengakui bahwa sebenarnya ia masih punya satu anak lagi. "Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." (ay 11b). Bayangkan, Daud bahkan tidak dianggap ayahnya layak untuk jadi orang yang diurapi Tuhan sehingga ia tidak dibawa. Tujuh anak dibawa, tapi Daud tidak diajak. Di saat ketujuh anak dinilai Isai berpotensi, Daud sedang berjuang nyawa menjaga dua - tiga alias sedikit sekali kambing domba miliki Isai. Tapi kita tahu bahwa Tuhan pilih Daud. Seorang anak muda yang masih kemerah-merahan wajahnya dan jauh dari postur tinggi besar gagah bak prajurit. "Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia." Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama." (ay 13b-14).

Dunia mungkin akan terus mencari dan melihat orang-orang dari penampilan. Dan mungkin beberapa dari teman-teman selama ini terintimidasi dengan trend itu, mengira bahwa anda akan sulit untuk maju dan berhasil karenanya. Hari ini dengarlah, Tuhan tidak mementingkan itu, melainkan mementingkan hati. Hati yang berserah, hati yang bersyukur, hati yang berpusat pada Tuhan dan kehendakNya, hati yang taat, hati yang dipenuhi iman dan percaya kepada  Tuhan, hati yang humble, hati yang melayani, hati yang selalu mau serius dalam mengembangkan karunia dan talenta untuk dipakai memberkati banyak orang. Orang-orang seperti itulah yang Tuhan pilih lebih dari apapun. Periksa talenta anda, apa yang anda miliki saat ini dan apa yang menjadi panggilan Tuhan untuk anda. Berusahalah disana dan bersinarlah. Terima pengurapan Tuhan dan lakukan yang terbaik. Anda, saya, dan siapapun yang memiliki hati yang benar akan mendapat kehormatan untuk mencerahkan dunia dan menyatakan Kristus disana. The world won't be able to hold what God has granted, so don't be intimidated. 

"True beauty comes from deep within"

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

RENUNGAN HIDUP

Dampak Mengerikan Dibalik Pornografi

Renungan Kristen Sehari-hari Dampak Mengerikan Dibalik Pornografi Sering kita dengar kalau Bahaya Pornografi itu adalah merusak otak, mengacaukan pikiran, membuat malas. Just it ??? Ahhhhhh….. saya belum merasa belum puas dengan semua penjabaran itu. Saya butuh yang lebih ekstrim penjabarannya. Setelah mencari – cari beberapa referensi dan mendengarkan ceramah orang, yang tak kunjung

Seekor Anjing bernama FAITH

Renungan Kristen Sehari-hari Seekor Anjing bernama FAITH Sebuah cerita yang segar dan inspiratif disertai dengan banyak foto yang hari ini saya dapat dari teman lama. meng-harukan, meng-gemaskan dan me-nyenangkan tentunya…….. Seekor anjing ini berjalan dengan hanya menggunakan 2 kaki saja, namanya adalah Faith (Keyakinan). Faith lahir pada tahun 2002, sehari sebelum hari Natal. Pada waktu

7 Langkah berjalan dlm Roh

Renungan Kristen Sehari-hari 7 Langkah berjalan dlm Roh -Glow Bandung Galatia 5:16-25 Hidup menurut daging atau Roh (16) Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. (17) Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging karena keduanya bertentangan sehingga kamu setiap kali tidak

RENUNGAN KRISTEN

1 gelas air putih sebelum dan sesudah tidur

Banyak manfaat dari minum air putih

Tahukah kamu minum 1-2 gelas air putih sebelum tidur malam bisa membantu mencegah dari serangan jantung

Yuk mulai biasakan banyak minum air putih minimal 8 gelas sehari (sekitar 2 liter sehari)

Dapatkan tips-tips praktis seputar kesehatan dan kecantikan melalui akun instagram kami di @tampilcantik

www.instagram.com/tampilcantik
Instagram: @tampilcantik




Sauh Bagi Jiwa

Ibrani 6:19
Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 2; Matius 2; Kejadian 3-4

Harapan adalah sikap yang sehat. Mengantisipasi yang baik membawa kenyamanan bagi pikiran dan hati. Sebaliknya, keadaan putus asa adalah suatu kondisi yang mengerikan. Ini luar biasa dan menyedihkan untuk berpikir bahwa apa yang Anda hadapi tidak dapat diubah atau diselesaikan. Bagi orang yang telah kehilangan semua harapan, kehidupan tampak seperti terowongan gelap yang panjang.

Penulis kitab Amsal bahkan menggambarkan hasil dari perasaan yang tertekan ini: "Harapan yang tertunda menyedihkan hati" (Amsal 13:12a). Emosional, fisik, dan bahkan penyakit mental menghantui orang yang merasa terjebak dalam situasi suram. Tapi saya ingin memberitahu Anda, bahwa selama ada Tuhan, tidak ada situasi yang tanpa harapan. Dalam Dia, kita memiliki janji-janji kehidupan.

Orang-orang percaya memiliki pengharapan yang menyauh jiwa mereka. Hubungan kita dengan Yesus Kristus membawa kita dekat dengan tahta surga, di mana kita dapat melemparkan semua beban kita di hadapan Allah yang Maha Kuasa. Selain itu, kita dapat berpegang teguh kepada-Nya saat berbagai  cobaan kita hadapi. Oleh karena kasihNya yang besar, Dia menyediakan kekuatan bagi tubuh lelah, perdamaian bagi pikiran yang cemas, dan kenyamanan untuk hati berduka. Singkatnya, DIA adalah lampu yang lembut di terowongan gelap yang menuntun kita keluar dari berbagai ujian dan pencobaan.

Ibarat kapal, pengharapan adalah jangkar terbaik untuk jiwa kita.

Mengapa Kita Tidak Bahagia?

Roma 14:17
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 89; Lukas 10; 2 Raja-raja 22-23

Ketika merayakan ulang tahunnya yang ke-75, majalah Forbes mengundang para ilmuwan dari berbagai bidang dan dari berbagai penjuru dunia untuk menjawab satu pertanyaan utama: "Mengapa kita begitu tidak bahagia?" Menarik sekali karena para ilmuwan ini semuanya setuju pada satu alasan utama: "Kita menjadi orang-orang yang bermasalah karena kita tidak punya pegangan dalam bidang moral dan spiritual."

Dalam bukunya "Can Man Live Without God?" apologet Ravi Zacharia mengatakan bahwa isu tentang rasa sakit dan penderitan menjadi sangat populer dan menjadi hal besar karena orang-orang telah kehilangan pegangan moral dan spiritual. Rasa sakit kita diperkuat oleh harapan naif bahwa semuanya itu akan bisa dihilangkan atau dibereskan oleh kemajuan ilmu pengetahuan.

Ahli matematika Blaise Pascal mengatakan di dalam hidup manusia ada satu lubang yang hanya bisa diisi oleh ukuran Allah saja. Tidak ada hal lain yang bisa mengisinya, termasuk ilmu pengetahuan, materi yang berlimpah, kesempatan karir, atau keluarga yang luar biasa. Manusia memang diciptakan untuk sebuah hubungan dengan Allah. Ketika relasi dengan Allah menjadi yang terutama dalam hidup kita, maka segala penderitaan akan menjadi tertanggungkan karena ada makna dan harapan di baliknya.

Apakah beban dan penderitaan Anda hari-hari ini? Berfokuslah pada Allah, maka Anda akan mengalami kebahagiaan (sukacita) yang sejati dan seperti janjiNya, "...semuanya itu (yang Anda butuhkan) akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33)

Bersediakah menjadikan Allah sebagai fokus utama kita pada hari ini?

Berhenti bermain-main dengan dosa

Galatia 5:13
Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 88; Lukas 9; Yeremia 23-24

Bull riding atau mengendarai banteng merupakan salah satu dari tujuh pertandingan utama dalam acara rodeo profesional. Bull riding adalah cabang yang paling terkenal dan berbahaya dalam pertandingan rodeo.

Tujuan dari pertandingan bull riding adalah bertahan menunggangi seekor banteng liar selama 8 detik dengan satu tangan untuk mencapai kemenangan. Para cowboy yang menunggang banteng hanya diperbolehkan menggunakan satu tangan untuk memegang tali yang melingkari banteng. Gagal bertahan selama 8 detik ataupun menggunakan tangan yang bebas untuk memegang banteng maupun anggota tubuh sendiri berakibat diskualifikasi.

Namun demikian, usaha 8 detik menunggangi banteng seberat 2000 pon ini merupakan usaha yang sangat berbahaya. Tidak sedikit cowboy yang terjatuh dan terluka karena ditanduk banteng. Sebuah perkataan yang sering dikutip mengenai bull riding adalah, "It is not if you get hurt, it is when!"

Dalam diri manusia terdapat sifat dosa yang sulit dikendalikan bagaikan banteng liar. Bermain-main dengan dosa merupakan sesuatu hal yang berbahaya. Bukan soal apakah kita akan terluka karena bermain-main "mengendarai" dosa, tapi soal kapan waktunya!

Seringkali hanya dibutuhkan waktu kurang dari 8 detik bagi iblis untuk membuat kita terpelanting dan tertanduk hingga binasa. Mari berhenti bermain dengan dosa! Ijinkan tangan Yesus yang berlubang mengambil alih tali yang melingkari banteng itu. Hanya kasih karunia yang membuat kita bertahan hingga keluar sebagai pemenang.

Berhentilah bermain-main dengan dosa.

Dear Mom and Dad

Amsal 17:6
Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 86; Lukas 7; Yeremia 35-36

Seorang anak pernah mengomentari ayahnya seperti ini, "Ayahku memang tidak sempurna, tapi aku juga tidak sempurna. Kalau main basket, tembakannya yang bergaya khas itu jarang sekali membuat bolanya masuk. Tetapi yang penting ia main basket bersamaku. Banyak anak-anak lain yang tidak pernah main basket bersama ayahnya."

Fenomena "keluarga tanpa ayah" menjadi suatu pemandangan umum di keluarga modern, bahkan kadang "tanpa ayah dan ibu", keluarga yang anak-anaknya menghabiskan sebagian besar waktu mereka hanya bersama baby sitter atau pembantu. Padahal riset para ahli telah membuktikan, jika tidak ada pemimpin dalam keluarga, maka anak-anaknya cenderung akan:
• 5 kali lebih mungkin bunuh diri
• 32 kali lebih mungkin minggat dari rumah
• 20 kali lebih mungkin menderita kelainan perilaku (homo, waria, antisosial)
• 14 kali lebih mungkin melakukan tindakan pemerkosaan (aktif lebih dini secara seksual dan yang wanita lebih mungkin terjerat seks bebas)
• 9 kali lebih mungkin putus sekolah dan hidup dalam kemiskinan
• 10 kali lebih mungkin terjerat narkoba atau obat-obatan
• 10 kali lebih mungkin dipenjara (70% anak yang dipenjara adalah anak yang ayahnya absen)
• 9 kali lebih mungkin mengalami gangguan kejiwaan.

Bukan tanpa alasan mengapa Allah menciptakan bentuk keluarga dengan ayah dan ibu. Anak-anak membutuhkan kedua orang tuanya untuk bisa berkembang dengan baik.

Akan tetapi sejarah masih terus berulang, fakta bahwa tidak hadirnya dan tidak berfungsinya orang tua dalam keluarga masih terus bergulir di seputar kita. Saya kira kini saatnya para orang tua untuk lebih banyak hadir dan kembali kepada keluarga. Dengarlah suara lirih anak-anak yang berkata, "Papa (atau mama)... pulanglah ke rumah..."

Anak-anak membutuhkan kedua orang tuanya untuk bisa berkembang dengan baik.

HUMOR SECTION

Saya Ingin Belajar dari Anda

Seperti biasanya, setiap hari Minggu pagi orang-orang datang ke gereja dan langsung memilih tempat duduk di bangku bagian belakang. Demikian juga dengan pagi ini, kecuali seorang pendatang baru yang langsung menuju ke bangku paling depan.

Setelah kebaktian, Pendeta memberi salam kepada pendatang baru ini sambil bertanya mengapa ia duduk di bangku paling depan. “Saya seorang sopir bus,” jawabnya, “dan saya datang untuk belajar dari anda bagaimana caranya membuat orang-orang berebut duduk di bangku yang paling belakang.”

Orang Baru

Seorang pria baru saja percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamatnya. Tapi, semangatnya untuk bersaksi ngga kalah besar sama yang udah puluhan tahun percaya Yesus.

Selesai dibaptis, ia pergi ke desa pamannya di pedalaman untuk bersaksi pada orang yang ditemuinya di jalan. Begitu turun dari bis, ia ketemu orang yang ngga ia kenal. Spontan, ia bertanya, “Mas, kenal Yesus, ngga?”

Spontan orang itu geleng-geleng kepala, jawabnya, “Belum, sori aku orang baru di sini. Coba tanya Ibu yang jualan di warung itu!”

Pimpinan Salah Memecat Orang

Seorang pimpinan di sebuah perusahaan besar tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak ke pabriknya untuk melihat kinerja para karyawannya. Di pabrik tersebut dia menemukan seorang pria muda yang tengah bersandar di dekat pintu, nampaknya ia tengah bersantai.

Sementara semua pekerja yang ada diruangan itu tengah sibuk bekerja dengan giat, apa lagi satpam depan sudah kasih tahu mereka kalau ada pimpinan akan inspeksi.

Si bos segera menghampir pemuda tersebut dan bertanya, "heh kamu..Berapa gajimu seminggu?"

Dengan terkejut, pemuda itu melihat ke arah si pimpinan sambil berdiri dan memandangi dari bawah keatas ia menjawab, "Hmmmm 100.000 per minggu pak".

"Benar seratus ribu?" Tanya pimpinan itu lagi.."Be..benar pak..", jawab pemuda tadi.

Si pimpinan mengeluarkan dompetnya dan mengambil dua lembar uang 100 ribu-an. Ia mengulurkannya pada si pemuda, "Ini gajimu untuk dua minggu dan cepat pergi dari sana. Aku tak mau melihatmu lagi." PERGI!

Dengan keterkejutan luarbiasa dan juga takut, si pemuda segera meninggalkan tempat tersebut tanpa banyak bicara.

Lalu dengan muka berwibawa si bos melihat para stafnya yang sedari tadi memperhatikan adegan itu. "Panggil HRD manajer kemari! Biar dia tahu bagaimana memimpin itu" ujarnya dengan intonasi dibuat wibawa..

Selanjutnya dihadapan para karyawan si pimpinan melanjutnya wejangannya "kamu lihat ya..jika kamu malas-malasan kamu langsung saya pecat seperti orang tadi..ini masa krisis..kamu harus giat. Suruh kesini manajer HRD cepat.." Dengan terburu-buru seorang office boy memanggil HRD manajer.

Dan segeralah manajer HRD datang. begitu berada didekatnya dia berkata,"kamu lihat tadi pegawai yang baju merah,yang duduk saja dipintu samping..lihat khan..?

"Iya pak..kenapa dia pak?", Tanya manajer HRD dengan wajah bingung..

"saya sudah pecat dia. Saya sudah bayar pesangonnya sekalian..langsung 2 minggu!..dan seluruh karyawan disini melihat apa yang saya lakukan..itu menunjukan DISIPLIN sebagai pimpinan!", Katanya berceramah.

"Maaf pak, Pegawai yang mana pak?" Tanya HRD manajer meminta kepastian. "Yang baju merah disamping,yang duduk-duduk itu lho..",katanya dengan suara mengeras dan muka memerah menahan marah.

"Oh yang itu..",si HRD manajer memahami.."tapi maaf pak...dia bukan pegawai kita..itu PENGANTAR PIZZA DELIVER".

Status FB Para Binatang

Kalau binatang punya facebook kira-kira statusnya kaya gini kali yaaa...

* Anjing pudel : Nunggu di jemput chayangku mo ke salon neeh...
* Kecoa : Baru aja selamet dri injekan maut...
* Kucing : Anak gw yg ke7 barusan nanya sapa bapaknya, gw bingung mw jwb apa, gw sendiri lupa bpknya siapa...
* Nyamuk : Gw positif HIV AIDS, gra2 salah isep, hiks...
* Ayam : Teman2, klo besok gw ga update brarti gw di goreng, luv u all...
* CumiCumi : Abis isi ulang tinta neeh...
* Babi : Gw difitnah nyebarin flu, sialan...
* Kambing : Jangan keluar rumah friends bentar lg idul adha

Gembala dan Kambing

Suatu hari pemuda berpapasan dengan seorang gembala kambing. Terjadilah percakapan seperti ini.

Pemuda: Pak, boleh nanya nih?

Gembala: Boleh

Pemuda: Kambing-kambing Bapak sehat sekali. Bapak kasih makan apa?

Gembala: Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?

Pemuda: Mmm…yang hitam dulu deh…

Gembala: Oh, kalau yang hitam, ia makannya rumput gajah

Pemuda: Oh kalau yang putih?

Gembala: Yang putih juga…

Pemuda: Hmmmm….kambing-kambing ini kuat jalan berapa kilo Pak?

Gembala: Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?

Pemuda: Mmmm yang hitam dulu deh…

Gembala: Oh, kalau yang hitam, 4km sehari

Pemuda: Kalau yang putih?

Gembala: Yang putih juga…

Medengar jawaban itu, si pemuda mulai gondok.

Pemuda: Kambing ini menghasilkan banyak bulu nggak Pak per tahunnya?

Gembala: Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?

Pemuda (dengan kesalnya) yang hitam dulu deh..

Gembala: Oh yang hitam banyak…10 kg/tahun.

Pemuda: Kalau yang putih?

Gembala: Yang putih juga

Pemuda: BAPAK KENAPA SIH SELALU NGEBEDAIN KEDUA KAMBING INI, KALO JAWABANNYA SAMA?!

Gembala: Oh begini Dik. Soalnya yang hitam itu punya saya…

Pemuda: Oh, begitu Pak. Maaf, kalo saya emosi…kalo yang putih?

Gembala: Yang putih juga
 
 
 

DOWNLOAD

FREE BIBLE DOWNLOAD :
(Adobe Reader Required)

alkitabindonesia.pdf

For PALM OS / Blackberry :
bibleindonesia4palm.pdb

© 2016   Created by Bethany New York.   Powered by

Badges  |  Report an Issue  |  Terms of Service