Events

Photos

Informasi Bethany New York

Bethany Church NYC

Ps. Yosua Y. Wiranegara

4710 92nd St

Elmhurst, NY 11373

Tel. 646.255.9483

       646.255.9930

 

Info Bethany Indo Church of New York

RENUNGAN HARIAN ( Semoga Bisa Menjadi Berkat )

Menghindari PHK

Ayat bacaan: Lukas 13:7
===================
"Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!"

Tidak ada satupun orang yang ingin mengalami PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja. Tapi dalam situasi ekonomi yang sulit banyak perusahaan yang terpaksa harus melakukannya kalau mau perusahaannya bisa terus beroperasi. Di satu sisi buruh harus bisa mencukupi kebutuhan keluarganya dan dengan standar UMR yang terlalu rendah mereka tidak sanggup untuk memenuhi hal itu. Tapi di sisi lain, tuntutan yang terlalu tinggi seperti yang kita lihat pada demonstrasi-demonstrasi yang dilakukan oleh mereka sudah jauh dari kesanggupan rata-rata perusahaan. Ada perusahaan yang mencoba bertahan dengan merumahkan karyawannya, dan itu akan berbuah demonstrasi pula. Ya, tidak satupun orang yang ingin dirumahkan atau bahkan di PHK. Semua ingin bisa tetap bekerja dengan baik dan mendapatkan penghasilan yang baik pula. Di antara banyak faktor penentu apakah seorang karyawan atau buruh itu dipertahankan atau dilepas oleh perusahaan, dan seringkali yang terpenting adalah kinerja atau performance dari si pekerja itu sendiri.

Mari kita lihat sebuah perumpamaan dari Yesus sendiri tentang pohon ara yang tidak berbuah di kebun anggur. "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya." (Lukas 13:6). Orang menanam pohon mengharapkan buah yang baik. Bagus tidaknya sebuah pohon biasanya dinilai dari buah yang dihasilkan. Pohon yang sehat yang menghasilkan buah-buah yang banyak dan besar-besar tentu akan sedapat mungkin dipelihara dengan baik. Sebaliknya, jika pohon itu tidak kunjung menghasilkan buah, meski dengan segala cara sudah diusahakan, maka mau tidak mau pohon itu harus ditebang. Kenapa? Karena jika terus dipelihara, maka pohon itu hanya akan menghabiskan zat makanan dari tanah tanpa memberi hasil apa-apa.

Itulah yang terjadi dalam perumpamaan yang diberikan Yesus di Injil Lukas 13:6-9 ini. "Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!" (ay 7).  Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menanti buah keluar dari sebuah pohon. Ada kesempatan yang cukup lama sudah diberikan agar pohon ini bisa berbuah. Bukan cuma ditunggu, tapi segala daya upaya pun sudah dilakukan sang pemilik kebun selama 3 tahun itu. Tapi nyatanya pohon itu tetap saja tidak kunjung menghasilkan apa-apa. Meski demikian, Si tukang kebun ternyata masih berkenan meminta belas kasih dari sang pemilik. "Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!" (ay 8-9). Lewat tukang kebun, pohon itu mendapatkan kesempatan kedua. getting the second chance. Bukan cuma kesempatan kedua, tapi Si tukang kebun pun akan mengusahakan habis-habisan agar pohon ini kemudian bisa berbuah dan tidak jadi ditebang. Akan tetapi apabila setelah semua dilakukan tetap tidak menghasilkan satu buah pun, maka tidak ada jalan lain, pohon tersebut harus ditebang habis.

Ada banyak pekerja yang mendahulukan atau menuntut hak tanpa memperhatikan pentingnya menjalankan kewajiban dengan sebaik-baiknya. Mereka menghitung untung rugi dan melakukan sesuatu berdasarkan besar kecilnya imbalan. Kalau dibayar mahal kerjaan bagus, kalau murah ya ala kadarnya saja. Sudah bagus masih dikerjakan.. begitu pemikirannya. Itu adalah sikap yang keliru. Sebab, Alkitab mengatakan bahwa sebagai orang percaya kita dituntut untuk bisa menjadi teladan dimanapun kita ditempatkan. Dalam pekerjaan pun demikian. Etos kerja seorang Kristen adalah bekerja dengan sungguh-sungguh, dengan sebaik-baiknya seperti melakukannya untuk Tuhan. (Kolose 3:23).

Kita dituntut untuk memiliki buah yang baik, dimana nama Tuhan bisa dipermuliakan lewat buah-buah yang kita hasilkan, sebab "Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal." (Matius 12:33). Dari manusia lama yang berselubung dosa kita telah ditebus menjadi ciptaan baru. Sebuah pertobatan yang telah dibereskan dengan sungguh-sungguh seharusnya bisa menghasilkan buah-buah yang baik. "Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan." (Matius 3:8). Bayangkan apabila kita menjadi orang percaya yang benar, dengan hidup yang benar-benar dipimpin oleh Roh Allah sendiri. Lalu kita berbuah seperti yang dirinci dalam Galatia 5:22 mengenai buah Roh. Bukankah itu luar biasa? Dalam hal pekerjaan, bukan saja sekedar terhindar dari jerat PHK tapi kita pun bisa menjadi teladan, menjadi terang dan garam yang bisa disaksikan oleh banyak orang.

Perumpamaan hari ini saya rasa sangat tepat untuk memberi tips agar terhindar dari PHK, yaitu dengan menjadi karyawan yang terus memiliki buah. Coba lihat apakah apakah anda sudah memberi yang terbaik dalam apa yang anda kerjakan? Jika anda saat ini seorang karyawan, apakah anda sudah memberi hasil yang memuaskan dalam kinerja anda? Apakah pimpinan puas dengan hasil kerja anda? Jika anda sudah memberi yang terbaik anda tentu tidak perlu khawatir. Alasannya sederhana: tidak ada seorangpun pimpinan atau perusahaan yang rela kehilangan karyawan terbaiknya bukan? Tapi sebaliknya, jika anda masih termasuk "pohon yang tidak berbuah", maka posisi tawar anda akan sangat lemah untuk menghindar dari masalah PHK. Dengan alasan efisiensi, perusahaan biasanya akan memberhentikan karyawan-karyawan yang tidak produktif, tapi mereka akan dengan segala daya upaya mempertahankan pegawai-pegawai terbaiknya. Dari sudut pandang seperti ini kita bisa melihat apa yang harus kita lakukan agar kita bisa selamat dalam setiap kemungkinan pemutusan hubungan kerja. Berbuah, berbuah dan berbuahlah terus.

"Judge a tree from its fruit, not from its leaves"

Follow us on twitter: https://twitter.com/dailyrho

Wild Card (2)

(sambungan)

Berkali-kali Daud menuliskan tentang pengakuan dan pertobatannya. "TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.....Oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu." (Mazmur 25:8). "Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku." (Mazmur 32:5). Dan banyak lagi. Petrus sempat menyangkal Yesus tiga kali, namun ia dipulihkan secara luar biasa ketika ia menyadari kesalahannya. Paulus punya kesalahan yang sungguh besar. Ia adalah pembunuh orang Kristen, namun kesempatan kedua yang diperolehnya ia pakai untuk melakukan pekerjaan Tuhan secara luar biasa.

Kepada kita pun Tuhan selalu melimpahkan kesabaran yang panjang. Meski kita terus terjatuh dalam dosa, Dia terus memberikan kesempatan untuk memperoleh pengampunan. Dosa sebesar dosa Daud atau Paulus tidaklah main-main. Namun bagi mereka pun tetap tersedia pengampunan. Tuhan siap untuk mengampuni,tidak lagi mengingat pelanggaran kita, bahkan dibenarkan. (Roma 10:10).

Our God is a God of mercy. He is a God of second chance. Apa yang harus kita lakukan adalah mengakui dosa kita dan bertobat. Jika kita bertobat secara sungguh-sungguh, mengakui dosa kita secara jujur dan berjanji untuk tidak lagi mengulangi kesesatan kita, saat itu pula Tuhan akan langsung mengampuni kita. "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1 Yohanes 1:9). Bandingkan ayat ini dengan Mazmur 32:5 di atas, dimana Daud pun mengatakan hal yang sama. Selama kita masih hidup di dunia ini, kesempatan akan selalu terbuka. Tuhan terus menanti kita untuk kembali pada sang Gembala, dan berhenti menjadi domba-domba yang sesat dengan mengikuti gembala yang salah.

Tuhan memberi kesempatan bagi kita untuk bertobat dari kesalahan-kesalahan kita, kalau kita hari ini masih hidup itu berarti kesmpatan masih terbuka. Itu benar. Tetapi jangan lupa bahwa kesempatan itu tidak akan terbuka selamanya. Pada suatu saat nanti, kesempatan akan berakhir. Dan pada saat itulah akan terlihat perbedaan nyata dari orang yang tahu mempergunakan kesempatan keduanya dengan baik dan orang yang tidak mempergunakannya. Bagi yang tidak menghargai kesempatan yang diberikan Tuhan, Tuhan akan berkata dengan tegas: "Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:23).

Oleh karena itu kita tidak boleh memanfaatkan 'wild card' Tuhan itu untuk dibuang-buang seenaknya tapi hargailah dengan rasa syukur yang besar serta perubahan sikap yang menunjukkan penghargaan kita akan kebaikan Tuhan. Firman Tuhan berkata: "Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya." (Matius 25:13).

Kita tidak akan pernah tahu kapan kesempatan itu akan berakhir. Oleh karena itu hendaklah kita senantiasa berjaga-jaga dan menghargai setiap kesempatan yang diberikan Tuhan untuk mengakui dosa dan bertobat. Pintu pengampunan Tuhan masih terbuka, apapun kesalahan anda saat ini. Sebelum semuanya terlambat, apabila ada diantara teman-teman yang masih bergumul dengan dosa atau belum membereskannya, datanglah kepadaNya hari ini juga dan bertobatlah. Jangan takut, Tuhan adalah Bapa yang baik, Bapa yang begitu mengasihi kita, and yes, He is  a God of second chance.

Our God is a God of second chance (Ayub 33:29)

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Wild Card (1)

Ayat bacaan: 1 Yohanes 1:9
=====================
"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."

Jika anda menonton ajang-ajang mencari bakat, anda tentu sudah familiar dengan sesuatu bernama wild card. Wild card membuka kesempatan kedua bagi peserta yang sudah tereliminasi untuk bisa kembali berkompetisi dengan rekan-rekannya yang masih dalam posisi aman. Banyak penonton yang mencibir bahwa itu adalah akal-akalan televisi demi rating. Benarkah? Entahlah. Tapi yang ingin saya sorot adalah bahwa wild card ini memberi kesempatan baru bagi orang yang memperolehnya agar bisa memperbaiki diri dari kesalahan terdahulu sehingga berpeluang lagi untuk menang. Saya pikir hal ini sangat baik, karena tekanan besar yang dialami para kontestan bisa saja membuat mereka terpeleset sekali waktu. Bisa jadi mereka salah pilih lagu atau tema, kurang fit atau sedang tidak dalam kondisi yang prima. Namanya manusia bisa saja sekali waktu terpeleset melakukan kesalahan. Dan fasilitas wild card memberikan second chance atau kesempatan kedua untuk kembali di jalur perlombaan dan berkesempatan sama dengan peserta lainnya untuk keluar menjadi pemenang.

Suatu kali saya berpikir. Mengingat betapa sulitnya hidup dan keterbatasan manusia, alangkah baiknya apabila kepada kita pun ada fasilitas wild card yang memberi kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri. Adakah? Tentu saja ada. Our God is a God of second chance. Tuhan kita adalah Tuhan yang sangat baik yang siap memberikan kesempatan kedua bagi anak-anakNya yang bertobat dan ingin kembali ke jalan yang benar.

Sebelum saya lanjutkan dengan ayatnya, ijinkan saya menceritakan sedikit pengalaman saya. Suatu kali saya diminta membuat event. Waktunya sebenarnya sudah mepet sehingga sudah sangat sulit untuk bisa mendapatkan sponsor. Tapi saya memilih untuk terus maju dan dengan yakin bilang bahwa ini rencana Tuhan. Kesalahan saya adalah, saya waktu itu sangat kurang membawa rencana ini dalam doa, tapi buru-buru memaksakan Tuhan masuk ke dalam rencana saya. Saya pun kemudian mengalami kerugian yang sangat besar. Saya mengakui kesalahan saya dan mohon ampun pada Tuhan. Dalam sebuah saat teduh, Tuhan meneguhkan saya dan bilang bahwa saya harus belajar dari kesalahan itu. Dan agar saya jangan kuatir, karena "I'm a God of Second Chance." Dan benar, kerugian yang besar itu bagai tidak terasa memberatkan. Saya belajar dari hal itu, dan itu karena kebaikan Tuhan yang memberi 'wild card' pada saya.

Tuhan punya kesabaran yang panjang kasih setia yang sangat besar, sehingga Dia terus berulang-ulang memberikan kita kesempatan demi kesempatan untuk berubah, berbalik dari jalan-jalan yang sesat untuk kembali ke jalan Tuhan. Di dalam Alkitab ada begitu banyak kisah mengenai pertobatan, pengampunan dan pemulihan yang bisa kita baca dan jadikan bahan perenungan.

Apa persamaan dari Yunus, Daud, Petrus, dan Paulus? Semua nama ini sama-sama memperoleh kesempatan kedua, dan semuanya mempergunakannya dengan baik. Bukan cuma 4 nama itu tentunya, karena ada banyak kisah dimana Tuhan menunjukkan kesabarannya dengan memberi kesempatan berkali-kali. Bangsa Israel tahu betul bagaimana sabarnya Tuhan. Berkali-kali mereka terjatuh, berkali-kali pula Tuhan mengampuni mereka. Tapi dasar bebal, mereka terus saja jatuh dan jatuh lagi. Niniwe adalah bangsa lain yang pernah merasakan betapa luar biasanya kesempatan kedua dari Tuhan ketika mereka memilih untuk bertobat. Dari kisah Yunus kita bisa melihat bagaimana pertobatan massal termasuk didalamnya hewan ternak bisa membuat Tuhan mengurungkan niatnya untuk memusnahkan seluruh kota.

Yunus sendiri mengalami kesempatan kedua dari Tuhan. Ia terus menghindar dari perintah Tuhan, lari dan kemudian dibuang dari kapal dan ditelan ikan besar. Ia baru menyadari kesalahannya di dalam perut ikan. Untunglah doa pertobatannya (Yunus 2:1-10) didengar Tuhan sehingga ia akhirnya lepas dari perut ikan setelah terperangkap selama 3 hari 3 malam disana. Barulah ia taat dan kemudian melakukan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya.

Daud juga memperoleh kesempatan kedua. Bayangkan, seorang pahlawan yang mengalahkan raksasa Goliat dan diangkat langsung menjadi raja oleh Tuhan, dikenal sebagai tokoh yang sangat taat, dekat dan berkenan di hadapan Tuhan seperti Daud pernah jatuh begitu parah. Dosa mengambil milik orang lain (istri orang), skandal perzinahan, dan diikuti dengan pembunuhan berencana pernah mewarnai perjalanan hidupnya. Itu kesalahan yang tidak tanggung-tanggung. Tetapi Tuhan ternyata masih berkenan memberinya 'wildcard', alias kesempatan kedua dan bersedia membukakan pintu pertobatan. Mengapa bisa demikian? Tidak lain karena Daud adalah orang yang selalu mau mengakui kesalahan/kesesatannya segera saat ditegur.

(bersambung)


Hati Teguh Sekeras Intan (2)

(sambungan)

Seperti yang bisa kita baca dalam ayat bacaan di atas, Tuhan sudah mempergunakan intan sebagai contoh untuk menganalogikan anugerahnya dalam meneguhkan hati kepada anak-anakNya sejak jauh hari. Saya tidak tahu apakah pada masa itu sudah ada penelitian yang menyimpulkan bahwa intan adalah batu mineral dengan tingkat kekerasan tertinggi, tapi faktanya Tuhan memang memakai intan untuk menggambarkan seperti apa Dia akan meneguhkan hati kita dalam menghadapi situasi atau/dan orang-orang sulit.

Untuk menghadapi bangsa keras kepala yang memberontak, Allah mengatakan memberikan hati sekeras batu intan agar Yehezkiel sanggup menunaikan tugasnya dengan baik walau sesulit apapun. Ada kalanya kita kesulitan menembus penghalang-penghalang dalam menunaikan tugas-tugas kita. Orang-orang yang disebutkan pemberontak dan berkepala batu seperti yang ada di masa Yehezkiel masih kita jumpai di sekeliling kita hingga hari ini. Situasi-situasi sulit seperti tidak bisa kita lewati karena kita tidak cukup kuat untuk melakukan itu. Seperti mata bor yang tidak akan sanggup menembus kerasnya sebuah benda tanpa memakai intan, seperti itu pula hati kita apabila tidak memiliki kekerasan setara intan.

Banyak orang menganggap hati adalah kata lain dari perasaan. Ada juga yang menganggap bahwa hati hanyalah pusat emosi semata. Padahal Alkitab mengatakan bahwa lebih dari itu, hati adalah pusat diri, pusat dari segala keinginan yang terkuat. Dari hati lahir berbagai kehendak dan keinginan. Hati dapat memberi gambaran yang lebih besar dari apa yang bahkan tidak bisa dilihat melalui persepsi otak. Dari hati lah kita bisa membuat pilihan-pilihan bijaksana, penuh hikmat, penuh kasih, atau sebaliknya. Kalau kita membiarkan hati tidak terjaga, ada banyak hal buruk yang bisa kita lakukan bermula dari keinginan atau perasaan hati yang tidak lagi dikuasai kasih. Betapa penting fungsi hati bagi manusia, dan itu pun ditegaskan di dalam Alkitab dalam banyak kesempatan. Karena itu pula adalah sangat penting bagi kita untuk menjaga hati kita dengan baik. Firman Tuhan berkata: "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23)

Betapa banyak diantara kita gagal menjadi anak Allah karena kita tidak memiliki keteguhan hati. Kita seringkali terlalu mudah terbawa arus pergaulan, ikut-ikutan teman dan berubah menjadi "pemberontak", sesuatu yang sangat tidak Allah inginkan dari kita. Dengan begitu cepat kita terpengaruh oleh hal-hal kedagingan yang berpusat kepada kenikmatan duniawi, hal-hal yang mengakibatkan dosa, hanya karena hati kita begitu lemah dan tidak sanggup untuk mengatakan "tidak" kepada segala sesuatu yang bertentangan dengan kehendak Allah. Jika kondisi hati kita seperti ini, akan sanggupkah kita untuk melakukan tugas yang sudah diamanatkan kepada setiap orang percaya? Sebentuk hati yang teguh akan selalu memotivasi kita, mengingatkan kita untuk memberikan yang terbaik dari diri kita bagi kemuliaan Tuhan. Hati yang teguh akan selalu memberi peringatan apabila berbagai bentuk dosa mulai mendekati kita.

Kita tinggal di dalam dunia yang berada dibawah kuasa si jahat seperti yang tertulis di dalam 1 Yohanes 5:19. Setiap saat godaan mengintai kita, setiap saat orang-orang pemberontak dan berkepala batu akan siap meruntuhkan kita. Maka adalah sangat penting bagi anak-anak Allah untuk memiliki hati seteguh intan. Tetaplah jaga dan pelihara diri kita agar tetap memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan. Kita punya tugas yang tak kalah berat hari ini, tapi jangan gentar karena Tuhan siap memberikan hati yang teguh sekeras intan seperti yang diberikanNya kepada Yehezkiel.

Hati seteguh intan akan membuat kita mampu menembus tantangan yang terkeras sekalipun

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Hati Teguh Sekeras Intan (1)

Ayat bacaan: Yehezkiel 3:8-9a
======================
"Lihat, Aku meneguhkan hatimu melawan mereka yang berkepala batu dan membajakan semangatmu melawan ketegaran hati mereka. Seperti batu intan, yang lebih keras dari pada batu Kuteguhkan hatimu; janganlah takut kepada mereka dan janganlah gentar melihat mukanya, sebab mereka adalah kaum pemberontak."

Apa sih bedanya intan dan berlian? Intan adalah batu mulia yang masih mentah (raw material) diperoleh dari hasil penambangan. Secara kimia intan merupakan bentuk kristal dari karbon. Sedangkan berlian adalah bentuk jadi dari intan, yang sudah diolah melalui proses penggosokan, pemotongan sesuai kaidah dan siap dijadikan perhiasan. Batu intan sering digunakan untuk saat-saat spesial seperti pernikahan misalnya, karena selain indah juga dianggap menggambarkan keabadian. Batu berlian bisa begitu menakjubkan keindahannya karena bisa mendispersikan cahaya sehingga terlihat berkilauan. Keistimewaan intan selain dipakai untuk membuat berlian yang mahal dan indah adalah kekerasannya. Intan disebut sebagai batu mineral dengan tingkat kekerasan yang paling tinggi di antara batu-batu lainnya sehingga berguna untuk memotong benda-benda yang sangat keras. Karena itu intan dipakai sebagai mata bor untuk menembus atau memotong benda-benda dengan tingkat kekerasan yang sangat tinggi.

Dunia yang kita hadapi bukanlah dunia yang mudah. Ada banyak godaan, ada banyak tantangan, ada banyak penyesatan yang datang dari berbagai sisi. Ada yang jelas-jelas kasat mata, ada yang terselubung. Saking terselubungnya kita bisa tertipu, bahkan mengira kalau itu adalah sesuatu yang benar kalau kita tidak benar-benar mengetahui apa saja Firman Tuhan yang disampaikan di dalam Alkitab. Perubahan paradigma yang terus terjadi di dunia cenderung mengarah kepada degradasi moral dan makin jauh dari kebenaran. Orang yang jahat makin banyak. Kalau dulu manusia masih bisa hidup dalam harmoni meski berbeda keyakinan, sekarang fanatisme ekstrim membuat orang berhak memusuhi bahkan melukai atau membunuh orang lain yang berbeda. Kalau dulu perceraian itu dianggap memalukan, sekarang itu dianggap sebagai realita sosial yang wajar. Kalau dulu orang korupsi itu malu, sekarang malah bangga. Mereka bisa tetap tersenyum sumringah meski sudah memakai baju tahanan di depan wartawan. Bahkan melambaikan tangan seperti superstar.

Kalau dulu orang yang gampang marah itu dianggap aneh, sekarang terlihat biasa saja. Alasannya pun bisa sangat banyak sebagai pembenaran. Sudah tahu kalau bermain-main dengan obat-obatan terlarang itu berbahaya, masih saja banyak orang yang melakukannya. Pemakai bisa kehilangan nyawa, pengedarnya pun bisa menghadapi konsekuensi hukum yang tidak main-main, yaitu menghadapi regu penembak yang siap menempatkan peluru di dadanya. Tapi tetap saja setiap hari kita melihat ada yang tertangkap dan ada yang kehilangan nyawanya. Alasan ekonomi cenderung menjadi alasan. Benar, hidup sekarang makin sulit, tapi apa benar kita harus melakukan semua yang membinasakan dan lupa kalau Tuhan bisa memberkati kita berlimpah tanpa harus melakukan sesuatu yang berbahaya? Tapi penyesatan tetap saja ada dimana-mana. Kalau kita lemah dan lengah, maka kita bisa tersedot masuk ke pusarannya dan kemudian kehilangan kesempatan untuk selamat.

Ribuan tahun yang lalu Yehezkiel harus menghadapi sebuah bangsa yang memberontak terhadap Allah. Itu bukanlah sebuah tugas mudah. Tuhan pun tahu benar akan hal itu. Karenanya, Tuhan tidak hanya menyuruh, Dia juga memperlengkapi Yehezkiel dengan hati yang keras, seteguh intan. "Lihat, Aku meneguhkan hatimu melawan mereka yang berkepala batu dan membajakan semangatmu melawan ketegaran hati mereka. Seperti batu intan, yang lebih keras dari pada batu Kuteguhkan hatimu; janganlah takut kepada mereka dan janganlah gentar melihat mukanya, sebab mereka adalah kaum pemberontak." (Yehezkiel 3:8-9a). Untuk menghadapi situasi-situasi sulit, bukankah kita membutuhkan hati yang sekeras atau seteguh intan?

Intan memang sangatlah istimewa. Sebagai sebuah mineral yang berasal dari substansi karbon yang mengalami tekanan dan panas sangat tinggi pada kerak bumi dan mengalami proses selama jutaan tahun, intan menjadi sebuah batu yang punya keindahan dan kekuatan luar biasa. Mulai dari proses terbentuknya, keindahan dan pesonanya, hingga tingkat kesulitan tinggi untuk mendapatkannya membuat intan berharga sangat mahal. Tidak hanya keindahannya, tetapi keistimewaan intan pun bisa tampak dari tingkat kekerasannya. Intan bisa memiliki tingkat kekerasan yang paling tinggi yang bisa dijumpai dari alam akibat kerapatan atomnya yang luar biasa padat.

(bersambung)

RENUNGAN HIDUP

Dampak Mengerikan Dibalik Pornografi

Renungan Kristen Sehari-hari Dampak Mengerikan Dibalik Pornografi Sering kita dengar kalau Bahaya Pornografi itu adalah merusak otak, mengacaukan pikiran, membuat malas. Just it ??? Ahhhhhh….. saya belum merasa belum puas dengan semua penjabaran itu. Saya butuh yang lebih ekstrim penjabarannya. Setelah mencari – cari beberapa referensi dan mendengarkan ceramah orang, yang tak kunjung

Seekor Anjing bernama FAITH

Renungan Kristen Sehari-hari Seekor Anjing bernama FAITH Sebuah cerita yang segar dan inspiratif disertai dengan banyak foto yang hari ini saya dapat dari teman lama. meng-harukan, meng-gemaskan dan me-nyenangkan tentunya…….. Seekor anjing ini berjalan dengan hanya menggunakan 2 kaki saja, namanya adalah Faith (Keyakinan). Faith lahir pada tahun 2002, sehari sebelum hari Natal. Pada waktu

7 Langkah berjalan dlm Roh

Renungan Kristen Sehari-hari 7 Langkah berjalan dlm Roh -Glow Bandung Galatia 5:16-25 Hidup menurut daging atau Roh (16) Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. (17) Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging karena keduanya bertentangan sehingga kamu setiap kali tidak

RENUNGAN KRISTEN

1 gelas air putih sebelum dan sesudah tidur

Banyak manfaat dari minum air putih

Tahukah kamu minum 1-2 gelas air putih sebelum tidur malam bisa membantu mencegah dari serangan jantung

Yuk mulai biasakan banyak minum air putih minimal 8 gelas sehari (sekitar 2 liter sehari)

Dapatkan tips-tips praktis seputar kesehatan dan kecantikan melalui akun instagram kami di @tampilcantik

www.instagram.com/tampilcantik
Instagram: @tampilcantik




Sauh Bagi Jiwa

Ibrani 6:19
Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 2; Matius 2; Kejadian 3-4

Harapan adalah sikap yang sehat. Mengantisipasi yang baik membawa kenyamanan bagi pikiran dan hati. Sebaliknya, keadaan putus asa adalah suatu kondisi yang mengerikan. Ini luar biasa dan menyedihkan untuk berpikir bahwa apa yang Anda hadapi tidak dapat diubah atau diselesaikan. Bagi orang yang telah kehilangan semua harapan, kehidupan tampak seperti terowongan gelap yang panjang.

Penulis kitab Amsal bahkan menggambarkan hasil dari perasaan yang tertekan ini: "Harapan yang tertunda menyedihkan hati" (Amsal 13:12a). Emosional, fisik, dan bahkan penyakit mental menghantui orang yang merasa terjebak dalam situasi suram. Tapi saya ingin memberitahu Anda, bahwa selama ada Tuhan, tidak ada situasi yang tanpa harapan. Dalam Dia, kita memiliki janji-janji kehidupan.

Orang-orang percaya memiliki pengharapan yang menyauh jiwa mereka. Hubungan kita dengan Yesus Kristus membawa kita dekat dengan tahta surga, di mana kita dapat melemparkan semua beban kita di hadapan Allah yang Maha Kuasa. Selain itu, kita dapat berpegang teguh kepada-Nya saat berbagai  cobaan kita hadapi. Oleh karena kasihNya yang besar, Dia menyediakan kekuatan bagi tubuh lelah, perdamaian bagi pikiran yang cemas, dan kenyamanan untuk hati berduka. Singkatnya, DIA adalah lampu yang lembut di terowongan gelap yang menuntun kita keluar dari berbagai ujian dan pencobaan.

Ibarat kapal, pengharapan adalah jangkar terbaik untuk jiwa kita.

Mengapa Kita Tidak Bahagia?

Roma 14:17
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 89; Lukas 10; 2 Raja-raja 22-23

Ketika merayakan ulang tahunnya yang ke-75, majalah Forbes mengundang para ilmuwan dari berbagai bidang dan dari berbagai penjuru dunia untuk menjawab satu pertanyaan utama: "Mengapa kita begitu tidak bahagia?" Menarik sekali karena para ilmuwan ini semuanya setuju pada satu alasan utama: "Kita menjadi orang-orang yang bermasalah karena kita tidak punya pegangan dalam bidang moral dan spiritual."

Dalam bukunya "Can Man Live Without God?" apologet Ravi Zacharia mengatakan bahwa isu tentang rasa sakit dan penderitan menjadi sangat populer dan menjadi hal besar karena orang-orang telah kehilangan pegangan moral dan spiritual. Rasa sakit kita diperkuat oleh harapan naif bahwa semuanya itu akan bisa dihilangkan atau dibereskan oleh kemajuan ilmu pengetahuan.

Ahli matematika Blaise Pascal mengatakan di dalam hidup manusia ada satu lubang yang hanya bisa diisi oleh ukuran Allah saja. Tidak ada hal lain yang bisa mengisinya, termasuk ilmu pengetahuan, materi yang berlimpah, kesempatan karir, atau keluarga yang luar biasa. Manusia memang diciptakan untuk sebuah hubungan dengan Allah. Ketika relasi dengan Allah menjadi yang terutama dalam hidup kita, maka segala penderitaan akan menjadi tertanggungkan karena ada makna dan harapan di baliknya.

Apakah beban dan penderitaan Anda hari-hari ini? Berfokuslah pada Allah, maka Anda akan mengalami kebahagiaan (sukacita) yang sejati dan seperti janjiNya, "...semuanya itu (yang Anda butuhkan) akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33)

Bersediakah menjadikan Allah sebagai fokus utama kita pada hari ini?

Berhenti bermain-main dengan dosa

Galatia 5:13
Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 88; Lukas 9; Yeremia 23-24

Bull riding atau mengendarai banteng merupakan salah satu dari tujuh pertandingan utama dalam acara rodeo profesional. Bull riding adalah cabang yang paling terkenal dan berbahaya dalam pertandingan rodeo.

Tujuan dari pertandingan bull riding adalah bertahan menunggangi seekor banteng liar selama 8 detik dengan satu tangan untuk mencapai kemenangan. Para cowboy yang menunggang banteng hanya diperbolehkan menggunakan satu tangan untuk memegang tali yang melingkari banteng. Gagal bertahan selama 8 detik ataupun menggunakan tangan yang bebas untuk memegang banteng maupun anggota tubuh sendiri berakibat diskualifikasi.

Namun demikian, usaha 8 detik menunggangi banteng seberat 2000 pon ini merupakan usaha yang sangat berbahaya. Tidak sedikit cowboy yang terjatuh dan terluka karena ditanduk banteng. Sebuah perkataan yang sering dikutip mengenai bull riding adalah, "It is not if you get hurt, it is when!"

Dalam diri manusia terdapat sifat dosa yang sulit dikendalikan bagaikan banteng liar. Bermain-main dengan dosa merupakan sesuatu hal yang berbahaya. Bukan soal apakah kita akan terluka karena bermain-main "mengendarai" dosa, tapi soal kapan waktunya!

Seringkali hanya dibutuhkan waktu kurang dari 8 detik bagi iblis untuk membuat kita terpelanting dan tertanduk hingga binasa. Mari berhenti bermain dengan dosa! Ijinkan tangan Yesus yang berlubang mengambil alih tali yang melingkari banteng itu. Hanya kasih karunia yang membuat kita bertahan hingga keluar sebagai pemenang.

Berhentilah bermain-main dengan dosa.

Dear Mom and Dad

Amsal 17:6
Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 86; Lukas 7; Yeremia 35-36

Seorang anak pernah mengomentari ayahnya seperti ini, "Ayahku memang tidak sempurna, tapi aku juga tidak sempurna. Kalau main basket, tembakannya yang bergaya khas itu jarang sekali membuat bolanya masuk. Tetapi yang penting ia main basket bersamaku. Banyak anak-anak lain yang tidak pernah main basket bersama ayahnya."

Fenomena "keluarga tanpa ayah" menjadi suatu pemandangan umum di keluarga modern, bahkan kadang "tanpa ayah dan ibu", keluarga yang anak-anaknya menghabiskan sebagian besar waktu mereka hanya bersama baby sitter atau pembantu. Padahal riset para ahli telah membuktikan, jika tidak ada pemimpin dalam keluarga, maka anak-anaknya cenderung akan:
• 5 kali lebih mungkin bunuh diri
• 32 kali lebih mungkin minggat dari rumah
• 20 kali lebih mungkin menderita kelainan perilaku (homo, waria, antisosial)
• 14 kali lebih mungkin melakukan tindakan pemerkosaan (aktif lebih dini secara seksual dan yang wanita lebih mungkin terjerat seks bebas)
• 9 kali lebih mungkin putus sekolah dan hidup dalam kemiskinan
• 10 kali lebih mungkin terjerat narkoba atau obat-obatan
• 10 kali lebih mungkin dipenjara (70% anak yang dipenjara adalah anak yang ayahnya absen)
• 9 kali lebih mungkin mengalami gangguan kejiwaan.

Bukan tanpa alasan mengapa Allah menciptakan bentuk keluarga dengan ayah dan ibu. Anak-anak membutuhkan kedua orang tuanya untuk bisa berkembang dengan baik.

Akan tetapi sejarah masih terus berulang, fakta bahwa tidak hadirnya dan tidak berfungsinya orang tua dalam keluarga masih terus bergulir di seputar kita. Saya kira kini saatnya para orang tua untuk lebih banyak hadir dan kembali kepada keluarga. Dengarlah suara lirih anak-anak yang berkata, "Papa (atau mama)... pulanglah ke rumah..."

Anak-anak membutuhkan kedua orang tuanya untuk bisa berkembang dengan baik.

HUMOR SECTION

Saya Ingin Belajar dari Anda

Seperti biasanya, setiap hari Minggu pagi orang-orang datang ke gereja dan langsung memilih tempat duduk di bangku bagian belakang. Demikian juga dengan pagi ini, kecuali seorang pendatang baru yang langsung menuju ke bangku paling depan.

Setelah kebaktian, Pendeta memberi salam kepada pendatang baru ini sambil bertanya mengapa ia duduk di bangku paling depan. “Saya seorang sopir bus,” jawabnya, “dan saya datang untuk belajar dari anda bagaimana caranya membuat orang-orang berebut duduk di bangku yang paling belakang.”

Orang Baru

Seorang pria baru saja percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamatnya. Tapi, semangatnya untuk bersaksi ngga kalah besar sama yang udah puluhan tahun percaya Yesus.

Selesai dibaptis, ia pergi ke desa pamannya di pedalaman untuk bersaksi pada orang yang ditemuinya di jalan. Begitu turun dari bis, ia ketemu orang yang ngga ia kenal. Spontan, ia bertanya, “Mas, kenal Yesus, ngga?”

Spontan orang itu geleng-geleng kepala, jawabnya, “Belum, sori aku orang baru di sini. Coba tanya Ibu yang jualan di warung itu!”

Pimpinan Salah Memecat Orang

Seorang pimpinan di sebuah perusahaan besar tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak ke pabriknya untuk melihat kinerja para karyawannya. Di pabrik tersebut dia menemukan seorang pria muda yang tengah bersandar di dekat pintu, nampaknya ia tengah bersantai.

Sementara semua pekerja yang ada diruangan itu tengah sibuk bekerja dengan giat, apa lagi satpam depan sudah kasih tahu mereka kalau ada pimpinan akan inspeksi.

Si bos segera menghampir pemuda tersebut dan bertanya, "heh kamu..Berapa gajimu seminggu?"

Dengan terkejut, pemuda itu melihat ke arah si pimpinan sambil berdiri dan memandangi dari bawah keatas ia menjawab, "Hmmmm 100.000 per minggu pak".

"Benar seratus ribu?" Tanya pimpinan itu lagi.."Be..benar pak..", jawab pemuda tadi.

Si pimpinan mengeluarkan dompetnya dan mengambil dua lembar uang 100 ribu-an. Ia mengulurkannya pada si pemuda, "Ini gajimu untuk dua minggu dan cepat pergi dari sana. Aku tak mau melihatmu lagi." PERGI!

Dengan keterkejutan luarbiasa dan juga takut, si pemuda segera meninggalkan tempat tersebut tanpa banyak bicara.

Lalu dengan muka berwibawa si bos melihat para stafnya yang sedari tadi memperhatikan adegan itu. "Panggil HRD manajer kemari! Biar dia tahu bagaimana memimpin itu" ujarnya dengan intonasi dibuat wibawa..

Selanjutnya dihadapan para karyawan si pimpinan melanjutnya wejangannya "kamu lihat ya..jika kamu malas-malasan kamu langsung saya pecat seperti orang tadi..ini masa krisis..kamu harus giat. Suruh kesini manajer HRD cepat.." Dengan terburu-buru seorang office boy memanggil HRD manajer.

Dan segeralah manajer HRD datang. begitu berada didekatnya dia berkata,"kamu lihat tadi pegawai yang baju merah,yang duduk saja dipintu samping..lihat khan..?

"Iya pak..kenapa dia pak?", Tanya manajer HRD dengan wajah bingung..

"saya sudah pecat dia. Saya sudah bayar pesangonnya sekalian..langsung 2 minggu!..dan seluruh karyawan disini melihat apa yang saya lakukan..itu menunjukan DISIPLIN sebagai pimpinan!", Katanya berceramah.

"Maaf pak, Pegawai yang mana pak?" Tanya HRD manajer meminta kepastian. "Yang baju merah disamping,yang duduk-duduk itu lho..",katanya dengan suara mengeras dan muka memerah menahan marah.

"Oh yang itu..",si HRD manajer memahami.."tapi maaf pak...dia bukan pegawai kita..itu PENGANTAR PIZZA DELIVER".

Status FB Para Binatang

Kalau binatang punya facebook kira-kira statusnya kaya gini kali yaaa...

* Anjing pudel : Nunggu di jemput chayangku mo ke salon neeh...
* Kecoa : Baru aja selamet dri injekan maut...
* Kucing : Anak gw yg ke7 barusan nanya sapa bapaknya, gw bingung mw jwb apa, gw sendiri lupa bpknya siapa...
* Nyamuk : Gw positif HIV AIDS, gra2 salah isep, hiks...
* Ayam : Teman2, klo besok gw ga update brarti gw di goreng, luv u all...
* CumiCumi : Abis isi ulang tinta neeh...
* Babi : Gw difitnah nyebarin flu, sialan...
* Kambing : Jangan keluar rumah friends bentar lg idul adha

Gembala dan Kambing

Suatu hari pemuda berpapasan dengan seorang gembala kambing. Terjadilah percakapan seperti ini.

Pemuda: Pak, boleh nanya nih?

Gembala: Boleh

Pemuda: Kambing-kambing Bapak sehat sekali. Bapak kasih makan apa?

Gembala: Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?

Pemuda: Mmm…yang hitam dulu deh…

Gembala: Oh, kalau yang hitam, ia makannya rumput gajah

Pemuda: Oh kalau yang putih?

Gembala: Yang putih juga…

Pemuda: Hmmmm….kambing-kambing ini kuat jalan berapa kilo Pak?

Gembala: Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?

Pemuda: Mmmm yang hitam dulu deh…

Gembala: Oh, kalau yang hitam, 4km sehari

Pemuda: Kalau yang putih?

Gembala: Yang putih juga…

Medengar jawaban itu, si pemuda mulai gondok.

Pemuda: Kambing ini menghasilkan banyak bulu nggak Pak per tahunnya?

Gembala: Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?

Pemuda (dengan kesalnya) yang hitam dulu deh..

Gembala: Oh yang hitam banyak…10 kg/tahun.

Pemuda: Kalau yang putih?

Gembala: Yang putih juga

Pemuda: BAPAK KENAPA SIH SELALU NGEBEDAIN KEDUA KAMBING INI, KALO JAWABANNYA SAMA?!

Gembala: Oh begini Dik. Soalnya yang hitam itu punya saya…

Pemuda: Oh, begitu Pak. Maaf, kalo saya emosi…kalo yang putih?

Gembala: Yang putih juga
 
 
 

DOWNLOAD

FREE BIBLE DOWNLOAD :
(Adobe Reader Required)

alkitabindonesia.pdf

For PALM OS / Blackberry :
bibleindonesia4palm.pdb

© 2016   Created by Bethany New York.   Powered by

Badges  |  Report an Issue  |  Terms of Service